Logo Header Antaranews Jogja

Fajar Gegana apresiasi penundaan pemindahan prodi UNY di Kulon Progo ke Gunungkidul

Kamis, 7 Mei 2026 16:39 WIB
Image Print
Anggota DPRD Daerah Istimewa Yogyakarta Fajar Gegana. (ANTARA/HO-Dokumen pribadi Fajar Gegana)

Kulon Progo (ANTARA) - Anggota DPRD Daerah Istimewa Yogyakarta Fajar Gegana mengapresiasi penundaan perpindahan prodi-prodi Kampus Universitas Negeri Yogyakarta di Kabupaten Kulon Progo ke Kabupaten Gunungkidul.

Fajar mengatakan langkah kampus UNY ini sangat memperhatikan aspirasi masyarakat di sekitar kampus hingga anggota DPR RI yang juga politisi PDI Perjuangan My Esti Wijayanti.

"Kami mengapresiasi kebijakan UNY yang belum memindah jurusan/prodi tahun ini. Kami berharap prodi atau jurusan yang ada di UNY di Kulon Progo tidak dipindah ke Gunungkidul maupun kabupaten lainnya," kata Fajar.

Ia juga menyarankan kepada Pemkab Kulon Progo lebih intensif melakukan komunikasi dengan Rektorat UNY supaya jurusan atau prodi UNY yang ada di Kulon Progo tetap dipertahankan meski membuka kampus baru di wilayah lain.

Menurut politisi PDIP ini bahwa keberadaan UNY ini membawa dampak yang luar biasa bagi perkembangan Kulon Progo baik di bidang pendidikan, ekonomi dan sosial.

Saat ini, di kawasan UNY yang ada di Wates tumbuh kos, warung makan, hingga kafe. Roda ekonomi masyarakat berputar, dan banyak menciptakan peluang usaha bagi masyarakat.

"Kami berharap Pemkab Kulon Progo jalin komunikasi yang intensif dengan UNY. Kami yakin pemkab mampu mempertahankan UNY di Kulon Progo," katanya.

Kepala Kantor Humas dan Protokol UNY Basikin mengatakan jajaran Rektorat UNY akan menunda pemindahan tersebut dan belum dapat memastikan realisasinya ke depan akan seperti apa. "Berdasarkan Rapat Pimpinan Senin lalu, dan mendengarkan aspirasi masyarakat, pemindahan prodi-prodi ekonomi terapan dan teknik terapan dari Kulon Progo ke Gunungkidul akan ditunda. Penundaannya belum ditentukan waktunya," katanya.

Dia menegaskan, dipastikan untuk tahun ini seluruh kegiatan Kampus UNY Wates tetap akan berlanjut tidak berpindah. Kekhawatiran pelayanan yang kurang maksimal ke mahasiswa menjadi penyebab penundaan pemindahan Kampus Wates UNY ke Gunungkidul. Basikin mengaku, demi kualitas layanan akademik yang tetap terjaga kualitasnya sehingga pemindahan Kampus UNY Wates dibatalkan.
Menurutnya ke depan masih sangat dinamis pemindahan UNY Wates ini. Basikin menilai, pemindahan UNY Wates dapat dibatalkan sepenuhnya apabila ada dukungan dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kulonprogo dan masyarakatnya.

"Tapi saya kira ini dinamis karena kemarin Bu My Esti (anggota DPR bidang pendidikan) menyampaikan aspirasi untuk tidak dipindah. Artinya UNY memang perlu dukungan pemerintah daerah dan masyarakat Kulonprogo dalam hal ini," ungkapnya.

Kampus UNY Wates ke depan akan dijadikan sebagai sport education center of excellence sehingga membutuhkan dukungan dari Pemkab Kulon Progo. Perencanaan sebagai pusat edukasi olahraga di Kampus Wates akan memberikan keuntungan besar bagi masyarakat Kulon Progo pastinya termasuk pemkab.

Basikin menilai pengembangan itu membutuhkan penambahan fasilitas gedung dan sejenisnya.
"Salah satunya adalah lahan untuk pengembangan kampus. UNY memerlukan lahan yang lebih luas untuk dapat mengembangkan Prodi-prodi dengan kualitas layanan yang baik," tegasnya.

Basikin mengungkapkan, untuk menuju sport education center tentu akan ada fasilitas olahraga yang berkembang sehingga memerlukan lahan dan gedung baru. Dukungan Pemkab Kulon Progo untuk dapat membantu proses hibah lahan di Bumi Binangun tentu akan menjadi angin segar. Seperti misalnya yang dilakukan Pemkab Purworejo kepada UNY yang memberikan hibah lahan sekitar 10 hektare baru-baru ini.

"Kebutuhan pengembangan sport education center of excellence sudah mendesak bagi UNY," katanya.



Pewarta :
Editor: Sutarmi
COPYRIGHT © ANTARA 2026