Bantul (ANTARA) - Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah, Perindustrian dan Perdagangan (Diskop UKM Perindag) Kabupaten Bantul Daerah Istimewa Yogyakarta telah mengajukan tambahan pasokan elpiji bersubsidi sebanyak 91 ribu tabung untuk menghadapi kebutuhan momen Lebaran 2026.
Kepala Dinas Koperasi UKM Perindustrian dan Perdagangan Bantul Prapta Nugroho di Bantul, Kamis, mengatakan, sudah berkoordinasi dengan Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas (Hiswana Migas) kaitan kebutuhan elpiji ukuran tiga kilogram pada libur Idul Fitri 1447 Hijriah.
"Hasil koordinasi Hiswana Migas kemarin mengajukan kenaikan fakultatif permintaan tabung, dan rencana di bulan Maret sampai dengan habis Lebaran kita sudah mengajukan tambahan sekitar 91 ribu tabung," katanya.
Menurut dia, pasokan tambahan elpiji 'melon' yang didistribusikan melalui pangkalan elpiji di Bantul diharapkan dapat mencukupi kebutuhan salah satu barang pokok tersebut, yang diprediksi mengalami peningkatan permintaan.
"Dengan tambahan pasokan tersebut saya kira cukuplah untuk kebutuhan elpiji sampai nanti habis Lebaran 2026," katanya.
Dia mengatakan, apalagi pada Februari atau bertepatan dengan libur panjang memasuki bulan Ramadhan, instansinya juga telah mendapat tambahan sebanyak 85 ribu tabung elpiji bersubsidi, guna memenuhi kebutuhan liburan.
"Posisi elpiji bersubsidi tiga kilogram di Februari kemarin kita sudah mengajukan tambahan sebanyak 85 ribu tabung, dan terus kami pantau sampai dengan minggu pertama kemarin," katanya.
Dia mengatakan, pemda bersama Hiswana Migas selalu berkoordinasi untuk memetakan kondisi dan stok tabung gas di Bantul, guna mencegah kelangkaan di pasar, mengingat elpiji menjadi salah satu kebutuhan pokok penting di masyarakat.
Namun demikian, kata dia, sejauh ini untuk stok tabung gas tiga kilogram di Bantul aman, karena daerahnya sudah mendapat tambahan pasokan untuk kebutuhan libur awal Ramadhan.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Bantul ajukan tambahan pasokan elpiji 91 ribu tabung hadapi Lebaran