
DKPP Bantul pantau ketersediaan hewan kurban Idul Adha di peternak

Bantul (ANTARA) - Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta memantau ketersediaan hewan kurban di tingkat peternak menjelang Idul Adha 1447 Hijriah.
Kepala DKPP Bantul Joko Waluyo usai memantau ternak di Jogonalan, Desa Tirtonirmolo, Bantul, Selasa, mengatakan pemantauan ke tingkat peternak ini untuk memastikan ketersediaan hewan kurban yang cukup dan aman menghadapi hari raya kurban.
"Dari hasil pemantauan di kandang sapi milik Pak Ahmad Suwardi, sebanyak 51 ekor sapi miliknya sudah laku semua," katanya.
Menurut dia, sapi-sapi jantan yang disediakan peternak untuk hewan kurban didatangkan dari luar daerah Bantul, dengan terbanyak dari Bali dan Madura.
"Karena memang di Bantul itu peternak dalam pola pemeliharaannya pembibitan, sehingga sapi-sapi yang dipelihara itu betina, sehingga kalau Idul Adha untuk penyediaan banyak dari luar Kabupaten Bantul," katanya.
Terlebih di wilayah Kabupaten Bantul saat ini pemotongan ternak harian untuk kebutuhan wisata kuliner cukup besar, sehingga ketersediaan sapi jantan juga terbatas.
Selain di Tirtonirmolo, pantauan ketersediaan hewan kurban juga dilakukan di kandang ternak di wilayah Kasihan Bantul. Menurut Joko, sapi jantan untuk hewan kurban mayoritas dari daerah Rongkop Gunungkidul.
Sementara peternak sekaligus pedagang sapi di Tirtonirmolo, Ahmad Suwardi mengatakan harga jual sapi rata-rata mengalami kenaikan antara Rp1 juta sampai Rp2 juta per ekor dibanding harga normal.
"Secara otomatis terjadi kenaikan, tapi tidak begitu signifikan, yang dulu Rp24 juta sekarang Rp25 jutaan. Kalau di kandang saya sementara baru 51 ekor, tetapi total yang sudah nebus 60 ekor, jadi kami akan suplai dari daerah Rongkop," katanya.
Pewarta : Hery Sidik
Editor:
Sutarmi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
