Yogyakarta (ANTARA) - Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta menggelar pelepasan purnatugas Prof Dr I Wayan Dana sebagai bentuk apresiasi atas pengabdian dalam pendidikan seni, seni tari, dan kebudayaan, Selasa.

Kegiatan yang berlangsung di Concert Hall ISI Yogyakarta tersebut mengusung tema "Menyulam Gerak, Menarikan Zaman" menampilkan rangkaian pertunjukan tari, peluncuran buku, dan peluncuran Katalog Anotasi I Wayan Dana.

Rektor ISI Yogyakarta Irwandi mengatakan pihaknya berbangga memiliki sosok I Wayan Dana yang telah mengabdi hingga memasuki masa purnatugas pada usia 70 tahun.

"ISI Yogyakarta sungguh berbangga memiliki sosok seperti Prof Dana," katanya.

Menurut dia, purnatugas bukan akhir perjalanan berkarya bagi I Wayan Dana, tetapi menjadi tonggak baru untuk terus berkontribusi bagi seni dan pendidikan.

"Purnatugas bukanlah akhir, tetapi merupakan satu tonggak baru untuk melanjutkan produktivitas dalam berkarya dan menebar spirit akademik serta pendidikan kepada masyarakat, katanya.

I Wayan Dana mengatakan dirinya bangga menjadi bagian dari perjalanan ISI Yogyakarta sejak diangkat sebagai calon pegawai negeri sipil pada 1979 setelah lulus dari Akademi Seni Tari Indonesia (ASTI) Yogyakarta, salah satu akademi seni yang kemudian menjadi bagian dari ISI Yogyakarta.

"Saya bangga menjadi bagian dari eksistensi ISI Yogyakarta,” katanya.

Dalam kesempatan itu, ia mengusulkan ISI Yogyakarta memperkuat regenerasi akademik melalui pendampingan calon guru besar oleh guru besar aktif.

"Saya mengusulkan agar setiap guru besar aktif diberi tugas mendampingi bakal calon guru besar, dua atau tiga orang calon," katanya.

Seniman tari, Didik Nini Thowok, senior I Wayan Dana semasa menempuh pendidikan di ASTI Yogyakarta, dalam ucapan melalui video daring berharap, I Wayan Dana tetap berkarya setelah memasuki masa purnatugas.

"Mudah-mudahan beliau tetap bergerak melestarikan dan memberikan inovasi di dalam dunia kesenian," katanya.

Acara tersebut juga diisi pertunjukan Tari Sekar Pudyastuti, Tari Topeng Penglembar Keras, Tari Janger Abhinaya, penampilan tari oleh I Wayan Dana, serta peluncuran buku yang ditulis 44 penulis dari berbagai latar belakang.