Jakarta (ANTARA) - Ganda putri Indonesia Apriyani Rahayu/Lanny Tria Mayasari harus bekerja keras sebelum memastikan tiket ke babak 16 besar BWF World Tour Super 500 Malaysia Masters 2026 seusai mengalahkan sesama wakil Merah Putih Isyana Syahira Meida/Rinjani Kwinnara Nastine dengan skor 22-20, 19-21, 21-17 di Axiata Arena, Kuala Lumpur, Selasa.

Meski menang, Apriyani/Lanny mengakui sempat kehilangan kontrol permainan setelah unggul di dua gim awal dan membuat lawan kembali bangkit hingga memaksa rubber game. Lannymenyebut sempat lengah ketika sudah unggul, sehingga lawan mampu mengambil alih ritme permainan.

“Alhamdulillah bisa memenangi pertandingan tanpa cedera. Tadi di gim pertama dan kedua kami sempat unggul jauh, tapi setelah itu bukan makin menekan pola permainan, malah mengendurkan. Terlalu banyak bertahan, dan saat mereka ambil kontrol serangan kami jadi panik dan banyak melakukan kesalahan,” ujar Lanny dalam keterangan resmi PP PBSI setelah laga.

Ia menyebut kondisi tersebut menjadi evaluasi penting, terlebih setelah pengalaman serupa terjadi pada Thailand Open pekan sebelumnya.

“Kami belajar dari Thailand Open, sudah unggul jauh di gim ketiga tapi tersusul dan kalah. Di sini kami harus lebih tenang dan tetap mencari poin saat posisi terkejar,” katanya menambahkan.

Lanny juga menyayangkan faktor pertandingan yang mempertemukan sesama wakil Indonesia di babak awal, dengan hanya dua pasangan yang tampil di sektor tersebut.

Sementara itu, Apriyani Rahayu mengungkapkan pentingnya menjaga agresivitas dan konsistensi pola permainan, terutama saat berada di bawah tekanan lawan.

“Di gim ketiga kami coba lebih agresif lagi. Kami saling mengingatkan untuk tetap konsisten dengan pola permainan agar bisa dapat poin demi poin,” ujar Apriyani.

Ia juga menyebut kondisi lapangan dengan arah angin yang berubah-ubah menuntut ketepatan dalam membaca situasi.

“Kami harus terus konsisten dengan pola yang dimainkan. Kondisi lapangan ada menang dan kalah angin, jadi harus tahu kebutuhan untuk dapat poinnya,” katanya.

Apriyani menambahkan, peningkatan performa pasangan lawan di turnamen sebelumnya juga menjadi catatan tersendiri bagi mereka.

“(Isyana/Rinjani) dengan bisa ke delapan besar di Thailand Open terlihat progresnya. Pola permainannya makin terbentuk,” ujarnya.



Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Apriyani/Lanny kerja keras lawan Isyana/Rinjani di Malaysia Masters