Yogyakarta (ANTARA) - Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Kerja Sama Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta Prof Abdur Rozaki mengatakan lulusan perguruan tinggi kampus ini harus selalu siap menghadapi perubahan dan tantangan yang semakin kompleks.

"Lulusan UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta bukanlah generasi yang tumbuh untuk takut menghadapi perubahan," kata Prof Abdur Rozaki saat mengukuhkan sebanyak 590 wisudawan Periode III Tahun Akademik 2025/2026 melalui Sidang Senat Terbuka di Yogyakarta, Rabu.

Menurut dia, saat ini kita hidup di era yang bergerak sangat cepat. Dunia mengalami perubahan besar dalam bidang teknologi, ekonomi, sosial, hingga kebudayaan. Kompetisi semakin terbuka, tantangan kian kompleks, dan masa depan kerap menghadirkan ketidakpastian.

"Dan selama menjadi mahasiswa, mereka (wisudawan) ditempa bukan hanya dengan pengetahuan, tetapi juga dengan nilai, etika, dan spiritualitas yang menjadi fondasi dalam menghadapi dinamika zaman," katanya.

Menurut dia, keberhasilan akademik tidak pernah lahir dari perjuangan individu semata, melainkan tumbuh dari doa, pengorbanan, dan ketulusan orang tua yang tak pernah berhenti mengiringi perjalanan anak-anak mereka.

"Kalian patut berbangga karena tumbuh dari institusi yang memiliki sejarah yang panjang, reputasi akademik yang kuat, serta kontribusi yang besar dalam pembangunan islam moderat, ilmu pengetahuan, dan patriotisme kebangsaan," katanya.

Prof Rozaki juga menegaskan bahwa para lulusan hari ini tumbuh dari institusi yang terus bergerak memperkuat reputasi akademiknya, baik di tingkat nasional maupun global.

"UIN Sunan Kalijaga juga baru saja mendapat izin dari Kemendektisaintek untuk membuka Prodi Kedokteran dan profesi kedokteran, ini memperluas mandatori untuk memberikan akses kepada anak bangsa meraih ilmu pengetahuan, dan pengabdian masyarakat," katanya.

Namun demikian, kata dia, hal tersebut bukan sekadar kebanggaan institusi, tetapi juga energi moral bagi para lulusan untuk percaya diri menghadapi masa depan.

Oleh karena itu, pihaknya mengajak seluruh wisudawan melangkah menuju fase baru kehidupan dengan optimisme dan keberanian untuk terus belajar dan bekerja keras, teruslah tumbuh serta menginspirasi.

Hanifah Afnan Hadi mewakili wisudawan mengatakan bangga dapat belajar dan bertumbuh di salah satu PTKIN di Indonesia. Baginya, pengalaman belajar di kampus ini tidak hanya memberikan ruang pengembangan akademik, tetapi membentuk cara pandang, ketahanan diri, dan nilai-nilai kehidupan.

Dia mengutip pemikiran tokoh nasional Sutan Sjahrir bahwa "Hidup yang tidak pernah dipertaruhkan tidak akan pernah dimenangkan", yang menurutnya, menjadi refleksi bagi para lulusan untuk berani melangkah menghadapi masa depan yang penuh tantangan dan ketidakpastian.

"Karena pada akhirnya masa depan tidak hanya diberikan bagi mereka yang menunggu, tetapi bagi mereka yang senantiasa melangkah, berjuang, meski langkah tidak selalu mudah," katanya.