Wamendikdasmen bagikan pesan khusus bagi lulusan PPG di era KA

id Kemendikdasmen ,Pemanfaatan kecerdasan artifisial ,Kompetensi guru,Papan interaktif digital

Wamendikdasmen bagikan pesan khusus bagi lulusan PPG di era KA

Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen) Fajar Riza Ul Haq di Jakarta pada Senin (2/2/2026) membagikan pesan khusus bagi para lulusan Pendidikan Profesi Guru (PPG) di era perkembangan kecerdasan artifisial (KA) yang kini harus dilihat bukan sebagai ancaman. ANTARA/HO-Humas Kemendikdasmen

Jakarta (ANTARA) - Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen) Fajar Riza Ul Haq membagikan pesan khusus bagi para lulusan Pendidikan Profesi Guru (PPG) di era perkembangan kecerdasan artifisial (KA) yang kini harus dilihat bukan sebagai ancaman.

Ia menilai guru di era KA saat ini dihadapkan pada tantangan untuk menjaga martabat profesi di tengah upaya memperkuat kompetensi SDM Indonesia di masa depan.

“Perkembangan KA tidak boleh dipandang sebagai ancaman, melainkan sebagai peluang untuk memperkuat kualitas pembelajaran dan peran pendidik dalam membentuk karakter generasi bangsa,” kata Fajar di Jakarta pada Senin.

Ia menegaskan KA tidak menggantikan guru, melainkan berfungsi sebagai asisten dalam proses pembelajaran.

Sebagai contoh, kata dia, keberadaan Papan Interaktif Digital (PID) merupakan salah satu wujud pemanfaatan teknologi yang memberikan pengalaman belajar murid secara bermakna dan menggembirakan.

KA dalam hal ini dapat membantu personalisasi belajar, analitik pembelajaran, serta efisiensi kerja guru.

Namun begitu, lanjutnya, nilai keteladanan, empati, kebijaksanaan, dan pembentukan karakter tetap menjadi peran utama guru yang tidak dapat digantikan oleh teknologi.

“Pendidikan bukan sekadar transfer pengetahuan, tetapi proses pemanusiaan manusia. Di sinilah peran guru menjadi penentu arah dan makna pemanfaatan teknologi,” tegas Wamendikdasmen Fajar.

Menyoroti tantangan etis penggunaan KA dalam pendidikan, seperti risiko ketergantungan berlebihan pada teknologi, menurunnya daya kritis peserta didik, serta penggunaan KA tanpa tanggung jawab, Fajar pun menyampaikan bahwa peningkatan kompetensi guru menjadi kunci untuk memastikan pemanfaatan KA yang bijak, kritis, dan bermartabat.

Orientasi pengajaran saat ini kata Fajar ialah mengapa hal tersebut diajarkan dan bagaimana.

Ia mengatakan pendekatan di ruang kelas kini bergeser menjadi proses pengembangan diri anak agar menjadi lebih kritis sehingga mereka lebih berdaya untuk menjelajah dan berimajinasi.

"Biarlah anak dilatih untuk mengajukan pertanyaan. Kualitas pertanyaan menunjukkan sistem berpikir anak. Kita latih kemampuan mereka dalam mengembangkan pertanyaan bukan menjawab pertanyaan," katanya.

Menyikapi tantangan KA ke depan, Fajar mengatakan Kemendikdasmen telah menerapkan pembelajaran Koding dan Kecerdasan Artifisial sebagai mata pelajaran pilihan, terintegrasi dalam mata pelajaran lain, serta melalui kegiatan ekstrakurikuler di berbagai jenjang pendidikan.

Hingga Tahun Ajaran 2025/2026, ia menambahkan puluhan ribu guru telah mengikuti pelatihan terkait guna memperkuat literasi digital dan kemampuan berpikir komputasional.



Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Wamendikdasmen bagikan pesan khusus bagi lulusan PPG di era KA

Pewarta :
Editor: Sutarmi
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.