Logo Header Antaranews Jogja

Polisi tindak tegas ormas anarki

Rabu, 29 Februari 2012 15:20 WIB
Image Print

Jogja (ANTARA Jogja) - Polisi diminta menindak tegas organisasi masyarakat yang selalu mengedepankan tindakan anarki atau kekerasan dalam kegiatannya, kata Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta Sri Sultan Hamengku Buwono X.

"Hal itu perlu dilakukan karena kekerasan merupakan tindakan yang melanggar hukum. Saya berharap polisi bertindak tegas tanpa pandang bulu, tanpa memperlihatkan keberpihakan," kata Sultan di Yogyakarta, Rabu.

Ia mengatakan, kekerasan itu melanggar hukum, karena aturan hukum sudah ada, bukan aturan yang dibuat sendiri atas persepsi organisasi masyarakat (ormas) tertentu untuk melawan orang lain. Jadi, mereka tidak boleh seenaknya melakukan kekerasan pada pihak lain.

"Jika ada permasalahan dengan pihak lain, ormas diharapkan mengedepankan dialog untuk menyelesaikan persoalan tersebut. Bukan melalui tindakan kekerasan, karena perbuatan anarki itu tidak menyelesaikan masalah tetapi menambah persoalan," katanya.

Menurut dia, tindak kekerasan yang sering terjadi akhir-akhir ini juga bukan merupakan karakter masyarakat Yogyakarta. Masyarakat Yogyakarta akan menyelesaikan suatu permasalahan melalui dialog, bukan tindakan kekerasan.

"Jadi, kekerasan itu bukan karakter masyarakat Yogyakarta. Jika memang warga Yogyakarta, orang atau kelompok tersebut akan mengedepankan dialog dalam menyelesaikan persoalan," kata Sultan.

Ditanya tentang wacana pembubaran ormas radikal, Sultan mengatakan, hal itu bukan merupakan kewenangan dirinya. Soal membubarkan suatu ormas itu masalah lain, karena sudah ada instansi yang menangani masalah tersebut.

"Untuk membubarkan suatu ormas yang dinilai meresahkan masyarakat dan melanggar hukum sudah ada instansi yang berhak menanganinya. Saya tidak mempunyai kewenangan untuk itu," katanya.

Namun, kata dia, jika menyangkut tindakan anarki atau kekerasan, pihaknya bisa minta polisi untuk menindak ormas tersebut sesuai dengan prosedur hukum.

"Oleh karena itu, saya mengimbau seluruh lapisan masyarakat bisa mengutamakan dialog dan meminimalisasi tindakan yang merugikan orang lain dalam menyelesaikan suatu permasalahan," kata Sultan.



Pewarta :
Editor: Herry Soebanto
COPYRIGHT © ANTARA 2026