Logo Header Antaranews Jogja

PSIM tundukkan Persiku 3-1

Senin, 12 Maret 2012 18:42 WIB
Image Print

Jogja (ANTARA Jogja)) - Klub sepak bola PSIM Yogyakarta mengukuhkan diri di papan atas klasemen setelah memetik kemenangan kandang 3-1 atas Persiku Kudus pada laga Divisi Utama Liga Indonesia di Stadion Mandala Krida, Senin.

Gol pertama tuan rumah diciptakan bomber asal Belanda Emile Linkers pada menit ke-28 dengan memanfaatkan tendangan bebas Lorenzo Rimkus. Linkers yang memegang nomor punggung 99 pun langsung menyambutnya dengan sundulan kepala yang membobol gawang Prahita Dian Ardhi.

Setelah unggul 1-0, permainan anak asuh Hanafing tersebut semakin meningkat dan tiga menit kemudian, Joni Sukirta kembali dapat membobol gawang Persiku dengan memanfaatkan tendangan pojok Topas Pamungkas.

Keunggulan tersebut bertahan hingga akhir babak pertama meskipun pemain-pemain Persiku yang mengenakan kostum putih-putih berusaha untuk mematahkan irama permainan PSIM tetapi belum berhasil membuahkan gol.

Memasuki babak kedua, permainan berlangsung cukup keras karena kedua tim berusaha untuk menciptakan gol. Persiku sempat melakukan penggantian kiper menjadi Dedi Haryanto.

PSIM kembali memperoleh keunggulan melalui tendangan Muhammad Irfan pada menit ke-56. Meskipun bola sempat dimuntahkan kembali oleh penjaga gawang Dedi, namun wasit memutuskan bahwa PSIM mencetak gol, karena bola sudah melewati garis gawang.

Setelah PSIM unggul 3-0, permainan semakin memanas yang berakibat pada dikeluarkannya kapten tim Persiku Junaidi pada menit ke-60 akibat akumulasi kartu kuning.

Sempat terjadi ketegangan antara penonton tuan rumah dan pendukung Persiku yang berada di tribun VIP setelah wasit Iwan Sukoco asal Malang mengeluarkan pemain Persiku.

Kedua kubu penonton yang hanya dipisahkan oleh pintu masuk tersebut pun saling melempar botol minum. Tidak berselang lama, aparat keamanan berhasil meredakan ketegangan sehingga kericuhan tidak meluas.

Persiku kembali harus kehilangan satu pemainnya, yaitu Danial pada menit ke-68 karena tendangan kakinya terlalu tinggi dan mengenai tengkuk Linkers.

Meskipun unggul dalam jumlah pemain, PSIM tidak mampu menambah keunggulan, bahkan harus kecolongan menjelang akhir pertandingan.

Pemain asing Persiku Peter Kuoh berhasil membobol gawang Agung Prasetya pada menit ke-89.

Menanggapi kemenangan tersebut, Hanafing menyatakan, bahwa pola permainan yang direncanakan bisa dijalankan dengan baik.

Namun, ia mengaku kecewa karena anak asuhnya tidak mampu menambah keunggulan meskipun sudah unggul dalam jumlah pemain tetapi justru kecolongan.

"Sayangnya, anak-anak justru terlihat tidak serius setelah unggul jumlah pemain. Seharusnya sisa waktu yang cukup lama tersebut bisa dimanfaatkan untuk menyarangkan gol," lanjutnya.

Ia berharap, anak asuhnya tidak mengulangi hal tersebut pada pertandingan mendatang karena perhitungan klasemen juga memperhatikan selisih gol.

Atas hasil tersebut PSIM membukukan enam kali kemenangan dan tiga kali seri serta belum pernah terkalahkan. (E013)



Pewarta :
Editor: Herry Soebanto
COPYRIGHT © ANTARA 2026