Logo Header Antaranews Jogja

Pedagang pasar datangi rumah bupati

Selasa, 3 April 2012 15:05 WIB
Image Print
Pedagang pasar demo (Foto Antara)

Jogja (ANTARA Jogja) - Puluhan pedagang Pasar Tradisional Kolombo, Desa Condong Catur, Kecamatan Depok, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, Selasa mendatangi Kantor Bupati dengan membawa dagangan yang telah busuk.

Para pedagang tersebut menggelar dagangan berupa sayuran dan kebutuhan dapur lainnya di halaman Kantor Bupati Sleman sebagai bentuk protes karena setelah mereka ditempatkan di los pasar sementara, dagangan mereka tidak laku.

Ketua Paguyuban Pasar Kolombo Sumarsih Satijo mengatakan aksi unjuk rasa dengan membawa dagangan yang sudah busuk ini dimaksudkan agar Bupati Sleman mengetahui jika para pedagang selama relokasi dagangannya tidak laku.

"Ini dagangan sengaja kami bawa ke sini agar bupati melihat sendiri jika dagangan kami tidak laku," katanya.

Menurut dia, banyak pedagang yang dagangannya tidak laku pascarelokasi karena dagangannya tidak laku di los tiga dan empat.

"Dagangannya tidak laku karena kami tidak mendapatkan tempat yang strategis. Padahal banyak pedagang serupa yang mendapatkan tempat di pinggir jalan," katanya.

Ia mengatakan, pihaknya juga mempertanyakan kelanjutan pembangunan Pasar Kolombo seusai peletakan batu pertama, karena sampai saat juga belum dimulai lagi.

"Kini bangunan seolah dibiarkan mangkrak oleh PT OKA selaku rekanan dalam pembangunan," katanya.

Sumarsih mengatakan, anggota Paguyuban Pasar Kolombo sebanyak 154 pedagang justeru tidak dapat tempat dan terancam tidak bisa ikut berjualan.

"Meskipun pembangunan pasar tidak berlanjut, kami justeru dikirimi surat untuk mengangsur tunggakan pasar Kolombo yang baru," katanya.

Para pedagang ini juga membawa sejumlah poster yang berisi kecaman terhadap aparat desa serta mendesak penutupan Pasar Kolombo.
(V001)



Pewarta :
Editor: Heru Jarot Cahyono
COPYRIGHT © ANTARA 2026