Logo Header Antaranews Jogja

Gegana jinakkan mortir peninggalan perang dunia

Sabtu, 7 April 2012 14:24 WIB
Image Print
Ilustrasi (Foto antarafoto.com)

Jogja (ANTARA Jogja ) - Tim Gegana Satuan Brimob Daerah Istimewa Yogyakarta, Sabtu, berhasil menjinakkan mortir berukuran sedang dengan daya ledak tinggi yang ditemukan warga di Dusun Kalipentung, Desa Kalitirto, Kecamatan Berbah, Kabupaten Sleman.

"Mortir buatan Amerika yang ditemukan ini diperkirakan merupakan sisa perang dunia kedua. Meski berukuran sedang namun mortir ini memiliki daya ledak yang tinggi," kata Wakil Kepala Sub Detasemen Gegana Satbrimob DIY AKP Suripto sesuai memimpin penjinakan mortir.

Menurut dia, biasanya mortir sejenis itu untuk menghancurkan instalasi atau bangunan besar seperti gedung atau kamp militer.

"Sesuai dengan prosedur penemuan peledak seperti mortir maupun granat harus segera dijinakan di lokasi penemuan untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan," katanya.

Ia mengatakan, penjinakan mortir yang dilakukan di lahan kosong di wilayah Berbah tersebut dengan cara meledakkan bagian detonator untuk mematikan fungsi pemantik ledakan.

"Setelah fungsi detonator mati, selanjutnya mortir dibawa ke markas untuk diurai dan dikeluarkan bahan peledaknya yaitu jenis TNT. Kalau TNT ini sampai meledak maka radiusnya juga cukup jauh dan sangat berbahaya," katanya.

Mortir tersebut ditemukan buruh bangunan yang warga Dusun Pugeran, Desa Maguwoharjo, Kecamatan Depok, Sleman, Sumardiyono (22), saat membuat saluran untuk peresapan air di rumah Juwariyah (63) di Dusun Kalipentung, Kalitirto, Berbah, pada Jumat (6/4) sekitar pukul 14.00 WIB.

Penemuan tersebut selanjutnya dilaporkan ke Polsek Berbah dan diteruskan ke Tim Gegana Satbrimob DIY. Setelah dievakuasi, mortir tersebut disimpan sementara di Mapolsek Berbah dan pada Sabtu (7/4) dilakukan penjinakan.

Suripto mengatakan, di wilayah DIY memang kasus penemuan peledak baik itu granat maupun mortir cukup tinggi karena daerah itu basis perjuangan perebutan kemerdekaan.

"Dalam tiga bulan ini kami sudah menemukan enam kasus penemuan granat maupun mortir, dan semuanya langsung kami dijinakan," katanya.
(V001)



Pewarta :
Editor: Masduki Attamami
COPYRIGHT © ANTARA 2026