Logo Header Antaranews Jogja

PDIP Kulon Progo gelar tumpengan rayakan ulang tahun Megawati Sukarnoputri

Jumat, 23 Januari 2026 21:29 WIB
Image Print
Bendahara DPD PDIP DIY Akhid Nuryadi . (ANTARA/Sutarmi)

Kulon Progo (ANTARA) - Dewan Pimpinan Cabang PDI Perjuangan Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, menggelar acara penebaran benih ikan dan tumpengan dalam rangka "Merawat Pertiwi dan Hari Ulang Tahun Ke-79 Ketua Umum PDIP Megawati Sukarno Putri di Komplek Masjid Zainul Ikhsan, Kapanewon Galur.

Bendahara DPD PDIP DIY Akhid Nuryadi di Kulon Progo, Jumat, mengatakan hari ini, kader PDIP Kulon Progo mendoakan Ketua Umum PDIP Megawati yang sudah berusia 79 tahun dengan mengadakan tumpengan.

"Tumpeng ini mengandung arti kita mengerucutkan berserah. Seluruh kader PDI Perjuangan meningkatkan spiritualitas meningkatkan keimanannya kepada Tuhan Yang Maha Esa, yang dilambangkan dengan tumpeng yang mengerucut," kata Akhid usai potong tumpeng di Komplek Masjid Zainul Ikhsan, Kapanewon Galur.

Nilai sosialnya, lanjut Akhid, yakni kader PDIP Kulon Progo berkomitmen menjaga lingkungan mewujudkan keseimbangan antara Ketuhanan dan juga lingkungan apa sosial dan alam. Itu menjadi simbolnya tumpengan.

"Hasil Rakernas juga berkali-kali Ketua Umum PDIP Megawati menginstruksikan kepada seluruh kader dengan kejadian alam akhir-akhir ini, bencana di Aceh, di Sumatera Barat, kemudian kita untuk terus menjaga lingkungan," katanya.

Lebih lanjut, Akhid mengatakan pada 18 Januari lalu, HUT PDI Perjuangan. Pada ulang tahunnya juga mengadakan penanaman pohon, pohon-pohon yang produktif. Penanam pohon ini sebagai bentuk tanggung jawab sosial untuk keberlangsungan pada anak cucu dan juga mengajarkan kesabaran, karena menunggu pohon tumbuh butuh kesabaran.

"Sehingga pada petang hari ini, sekaligus kegiatan ulang tahun PDI Perjuangan yang ke-53 dan ulang tahun Ibu Mega, kita berharap kepada seluruh kader untuk yang pertama tentu sesuai tadi, meningkatkan spiritualitasnya, menjaga lingkungan dan sosialnya, kemudian tetap berjuang," katanya.

Terkait alasan dipiihnya Kapanewon Galur dalam acara ini, kata Akhid, sepanjang pantai selatan ini memiliki nilai historis. Pendiri Indonesia, yakni Presiden Sukarno mengubah nama Samudra Hindia menjadi Samudra Indonesia. Di sisi politis, PDIP Kulon Progo sangat lemah di Galur dalam pemilihan anggota legislatif maupun pilkada.

"Sehingga kami ingin menunjukkan kepada masyarakat, sekaligus mengenalkan kepada masyarakat Galur bahwa PDI Perjuangan itu di usianya yang ke-53 tahun dan di usia Bu Mega 79 tahun, kami semakin matang. Terbukti hari ini," katanya.

Selain itu, Akhid mengatakan dengan kegiatan ini, pengurus PDIP pengin mensosialisasikan, mengenalkan kepada masyarakat Galur bahwa PDI Perjuangan di usianya yang ke-53 dan usia Bu Mega 79 ini menunjukkan kematangan dalam bertindak, berperilaku, berpolitik, dan juga bersosial kemasyarakatan.

"Kami ingin menunjukkan kematangan partai dalam berperilaku, berpolitik, dan bersosial kepada masyarakat luas, khususnya di Galur," katanya.

Setelah acara potong tumpeng, dilanjutkan tebar benih ikan di bawah Jembatan Kabanaran yang dipimpin langsung Ketua DPC PDIP Kulon Progo Fajar Gegana bersama puluhan kader PDIP.



Pewarta :
Editor: Sutarmi
COPYRIGHT © ANTARA 2026