Logo Header Antaranews Jogja

Slide pap smear bantu deteksi kanker serviks

Selasa, 17 April 2012 16:18 WIB
Image Print
"Slide pap smear yang dibantu komputer bisa mendeteksi kanker serviks pada wanita usia produktif. Kemampuan sistem ini sangat membantu kinerja dokter spesialis patologi anotomi dalam menjalankan tugas pembacaan slide"

Jogja (ANTARA Jogja) - Sistem "slide pap smear" berbantu komputer diperlukan untuk mendukung kesuksesan program skrining dalam mendeteksi kanker serviks pada wanita usia produktif, kata pakar teknik informatika dari Universitas Islam Indonesia Yogyakarta Izzati Muhimmah.

"Sistem tersebut membantu kegiatan skrining karena mampu membaca beberapa `slide pap smear` dalam sekali proses. Kemampuan sistem tersebut sangat membantu kinerja dokter spesialis patologi anatomi dalam menjalankan tugas pembacaan `slide`," katanya di Yogyakarta, Selasa.

Dalam hal ini, menurut dia, saat memaparkan hasil penelitiannya tentang "slide pap smear" berbantu komputer, tugas dokter spesialis patologi anatomi dalam penentuan kelayakan suatu "slide" untuk mendukung diagnosis akan terbantu.

"Selama ini dengan pembacaan `slide` melalui mikroskop, standar prosedur penghitungan itu tidak dilakukan oleh dokter spesialis patologi anatomi karena terlalu melelahkan," kata dosen Magister Teknik Informatika Program Pascasarjana Fakultas Teknik Informatika (FTI) Universitas Islam Indonesia (UII) itu.

Ia mengatakan, dengan "slide pap smear", luaran yang dihasilkan melalui kegiatan itu akan dapat digunakan untuk meningkatkan produktivitas kerja dokter spesialis patologi anatomi.

"Penelitian itu bersifat multidisiplin bidang rekayasa dan kedokteran. Untuk itu, kegiatan tersebut melibatkan peneliti dari Magister Teknik Informatika UII bekerja sama dengan dosen patologi anatomi Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY)," katanya.

Menurut dia, kemitraan penelitian itu telah menghasilkan publikasi bersama tentang penentuan letak nuclei secara otomatis dan penghitungan luasan nuclei.

"Dari referensi bidang citopathology, ciri-ciri pada tipe-tipe sel dapat diketahui dari perbedaan luasan nuclei, luasan sitoplasma, dan bentuk selnya," katanya.

Ia mengatakan, dalam penelitian itu ciri-ciri deskriptif tersebut akan dimodelkan secara matematis sehingga penentuan tipe sel pada citra "pap smear" dapat dilakukan secara otomatis berbantu komputer.

Jika penentuan sel secara otomatis itu diperoleh, maka penghitungan banyaknya sel untuk setiap tipenya dapat dilakukan. Hal itu akan sangat membantu dokter spesialis patologi anatomi untuk menentukan kualitas "slide pap smear".

"Kriteria `slide` yang layak menurut sistem Bethesda apabila terdapat 8.000-12.000 sel skuamosa atau sel ektocervix dan minimal 10 sel silindrik atau sel endocervix," katanya.

Menurut dia, saat ini penelitian lanjutan sedang diupayakan untuk dapat melakukan segmentasi sitoplasma. Apabila pemodelan nuclei dan sitoplasma telah dapat dilaksanakan, maka analisis "morphoric cell epithelial" dapat dilakukan.

"Analisis tersebut dapat digunakan untuk penentuan apakah sel `pap smear` yang terbaca itu normal atau abnormal (terinfeksi)," katanya.

(B015)



Pewarta :
Editor: Herry Soebanto
COPYRIGHT © ANTARA 2026