
Gunung Lokon menuju ke stabil

Bandung (ANTARA Jogja) - Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Badan Geologi Doktor Surono mengatakan aktivitas Gunung Lokon terus menurun dan tengah menuju keseimbangan baru atau kestabilan.
"Setelah letusan Selasa kemarin pukul 11.20 WIB memang ada beberapa letusan susulan dengan energi yang semakin menurun. Pantauan menunjukkan Gunung Lokon hampir menuju stabil lagi," kata Surono ketika dihubungi ANTARA dari Bandung, Rabu.
Menurut Surono, jumlah dan energi gempa vulkanik juga menurun, termasuk juga penurunan energi tremor vulkaniknya. Kecil kemungkinan Gunung Lokon dalam waktu dekat akan meletus lagi.
"Kecil kemungkinan dalam waktu dekat Lokon akan meletus lagi. Namun, saya tidak tahu dalam beberapa minggu atau bulan ke depan. Kita akan pantau terus," katanya.
Kendati demikian, berdasarkan episode letusan yang terjadi pada hari Selasa kemarin, menurut dia, Lokon hampir sampai ke keseimbangan baru atau keadaan stabil. "Meski ada penurunan aktivitas, hingga Rabu siang ini status gunung api itu masih Siaga atau level III," kata Surono.
Terkait dengan adanya hujan abu yang terjadi di Kampung Kilinow Kota Tomohon pascaletusan yang terjadi, menurut Surono, memang terjadi namun hujan abu itu langsung terkena hujan.
Dengan status Gunung Lokon yang siaga, PVMBG merekomendasikan kepada masyarakat dan wisatawan untuk tidak melakukan pendakian atau mendekat ke Kawah Tompaluan dalam radius 2,5 kilomter.
Untuk menghadapi kemungkinan letusan, dia mengimbau masyrakat agar menyiapkan perangkat peringatan berupa pengeras suara, kentongan, dan sirine.
Selain itu, warga di aliran sungai yang mengakses ke gunung itu juga diimbau untuk waspada kemungkinan adanya aliran lahar dingin saat terjadi hujan di bagian puncak.
"Pengawasan terus dilakukan intensif, masyarakat diminta tidak terpancing isu-isu yang tidak jelas sumbernya terkait dengan aktivitas Lokon. Berkonsultasi terus dengan Pemerintah dan posko gunung api di sana," kata Kepala Pusat PVMBG menambahkan.
(S033)
Pewarta :
Editor:
Masduki Attamami
COPYRIGHT © ANTARA 2026
