
Elka Pangestu kagum menyaksikan pertunjukan Bali Agung

Gianyar (ANTARA Jogja) - Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Mari Elka Pangestu kagum menyaksikan pertunjukan kolosal Bali Agung dengan kisah Raja Sri Jaya Pangus di teater Bali Safari & Marine Park Kabupaten Gianyar, Bali, Sabtu.
Cerita dari pergelaran yang melibatkan ratusan seniman itu, diangkat dari legenda Raja Sri Jaya Pangus, Putri Kang Cing Wei dan Dewi penguasa danau, yaitu Dewi Danu.
Kisah legenda tersebut berawal dari kedatangan saudagar dari China yang menghadap Raja Jaya Pangus. Para saudagar itu juga membawa harta karun yang akan dipersembahkan kepada Raja Jaya Pangus. Tidak itu saja, kehadiran putri Kang Cing Wei menjadikan Raja Sri Jaya Pangus terpikat hatinya untuk mempersuntingnya.
Singkat cerita, kedua sejoli itu akhirnya menikah dengan upacara pernikahan secara tradisi Bali dan China. Kisah cinta mereka bertahut, bahkan cerita legenda tersebut menjadi kepercayaan masyarakat Hindu Bali yang dilambangkan dengan "Barong Landung".
"Saya terharu, kagum dan bangga sekali dengan pertunjukan yang luar biasa ini, akhirnya saya kesampaian juga menonton pertunjukan yang spektakuler ini. Memang pertunjukan itu saya sempat baca di media. Namun, baru kali ini saya bisa menyaksikan secara langsung," kata Menparekraf Elka Pangestu yang didampingi Deputy General Manager Bali Safari & Marine Park Ana Dewi Permana dan Senior Account Manager MICE Ratna Soebrata.
Ia mengatakan pertunjukan tersebut luar biasa dalam mengemasnya, sehingga kisah kehidupan zaman dahulu divisualkan secara nyata.
"Pertunjukan di Las Vegas, Amerika, kalah dengan pertunjukan Bali Agung ini yang luar biasa. Ini menggambarkan bukti kekayaan dan kreativitas kita. Ceritanya menggambarkan bagaimana Indonesia mengambil budaya dari luar, dan kemudian diintegrasikan dengan budaya kita," ucapnya.
Ia mengatakan kalau melihat secara nyata, sebenarnya kekayaan budaya Indonesia itu tidak hanya tarian tradisional saja, tetapi juga bisa dikemas dengan gaya kontemporer.
Sementara itu, artistik seniman Bali Agung, I Made Sidia mengatakan pihaknya melibatkan sedikitnya 180 seniman dari Gianyar.
"Dalam pementasan ini saya juga melibatkan keluarga. Anak dan istri saya juga ikut pentas," kata Sidia sembari menunjukan keluarganya di hadapan Menparekraf Elka Pangestu.
Pertunjukan tersebut juga disaksikan oleh ratusan wisatawan mancanegara. Mereka tampak senang serta kagum menyaksikan pertunjukan tersebut. Sekali-kali mereka bertepuk tangan.
Melanie, seorang wisatawan asing mengaku sangat puas menyaksikan pementasan seniman Bali tersebut. "Saya puas dengan pertunjukan ini. Kekompakan para seniman luar biasa. Terlebih melibatkan anak-anak yang begitu lugu saat melakukan dolanan atau permainan tradisional Bali. Namun penataan musik dan lakon sangat bagus," katanya.
Deputy General Manager Bali Safari & Marine Park Ana Dewi Permana mengatakan kedatangan dan perhatian dari Menparekraf menjadi motivasi untuk menata dan tampil terbaik bagi kreativitas seniman untuk mengkemas cerita kolosal tersebut.
"Kami berterima kasih kepada Ibu Menteri Elka Pangestu yang telah meluangkan waktunya mengunjungi Bali Safari dan menyaksikan pementasan Bali Agung ini," katanya.
(I020)
Pewarta :
Editor:
Masduki Attamami
COPYRIGHT © ANTARA 2026
