Universitas Petra Surabaya gelar perkuliahan lima negara

id Universitas Petra Surabaya gelar perkuliahan lima negara

Universitas Petra Surabaya gelar perkuliahan lima negara

Universitas Petra Surabaya (mjeducation.co)

Tujuan dari program ini untuk membentuk pemimpin-pemimpin masa depan di Asia yang memahami budaya Asia dan berkarakter di dalam era globalisasi," kata Ketua Program ASP 2012, Ir Hanny Hosiana Tumbelaka MSc PhD

Surabaya (ANTARA Jogja) - Universitas Kristen Petra Surabaya menggelar perkuliahan lima negara Asia bertajuk "Asia Summer Program" (ASP) yang diikuti 143 mahasiswa dari Korea, Jepang, Thailand, Malaysia, dan Indonesia pada 16 Juli hingga 3 Agustus 2012..

"Kami buka perkuliahan untuk sembilan kelas itu selama tiga minggu yakni dua minggu perkuliahan akademik dan satu minggu perkuliahan non-akademik," kata Ketua Program ASP 2012, Ir Hanny Hosiana Tumbelaka MSc PhD, di Surabaya, Minggu.

Didampingi staf Humas Universitas Kristen Petra (UKP) Surabaya, Ajeng, Wakil Rektor bidang Akademik UKP itu menjelaskan perkuliahan yang menggunakan Bahasa Inggris sebagai bahasa pengantar itu terkait tiga bidang yakni ekonomi, teknik, dan bahasa.

"Karena itu, perkuliahan yang diikuti 74 mahasiswa UKP dan 96 mahasiswa asing dari Korea, Jepang, Thailand, dan Malaysia itu juga akan mengunjungi dan melihat potensi UKM di Pasar Atom dan Pasar Wonokitri," katanya.

Oleh karena itu, mereka akan "blusukan" ke pasar untuk mengetahui bagaimana proses tawar-menawar yang merupakan budaya masyarakat Indonesia.

Selain itu, perkuliahan akademik juga akan mengajak ke-143 mahasiswa itu untuk melihat potensi bisnis kreatif di Surabaya, yakni batik.

"Mereka akan diajari tentang asal usul batik, teknik membatik, dan terapan batik untuk dunia modern, seperti asesoris, body painting, dan sebagainya. Mereka juga akan belajar beberapa tari khas Surabaya," katanya.

Tidak hanya itu, mereka juga akan menghadiri festival makanan khas Surabaya, seperti rujak ulek, nasi goreng, dan sebagainya. "Karena itu, tagline ASP 2012 adalah Culture, Creativity dan Collaboration," katanya.

Nantinya, mereka juga diwajibkan membuat paper di akhir perkuliahan, karena perkuliahan tiga minggu itu akan tetap mendapat kredit point seperti biasanya.

Dalam program itu, para mahasiswa hanya diizinkan mengambil maksimal dua mata kuliah selama 15 kali pertemuan. "Nantinya para mahasiswa akan mendapatkan sertifikat yang ditandatangani kelima rektor," katanya.

Tahun depan, perkuliahan akan berganti ke negara lain dan begitu seterusnya. "Jadi, Asia Summer Program" (ASP) 2012 merupakan program pendek di saat liburan musim panas," katanya, didampingi koordinator ASP 2012, Meilinda SS MA.

Peserta dari kelima negara adalah 20 mahasiswa Dongseo University (Korea), 21 mahasiswa Universiti Malaysia Perlis-UniMAP (Malaysia), 10 mahasiswa Bangkok University (Bangkok), 18 mahasiswa Josai International University (Jepang), dan 74 mahasiswa UKP Surabaya (Indonesia).

Ditanya tentang target daari perkuliahan lima negara itu, ia mengatakan para mahasiswa ini diajak untuk mengenal budaya dan menggali potensi Asia secara lebih baik.

"Tujuan dari program ini untuk membentuk pemimpin-pemimpin masa depan di Asia yang memahami budaya Asia dan berkarakter di dalam era globalisasi," katanya.

(E011)


Editor: Agus Priyanto
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.