Logo Header Antaranews Jogja

84 unit rtlh di Bekasi dibedah

Selasa, 17 Juli 2012 14:41 WIB
Image Print
ilustrasi rumah tidak layak huni (rtlh) (manteb.com)

Bekasi (ANTARA Jogja) - Sebanyak 84 unit rumah tidak layak huni (RTLH) di Kampung Bulakan Kecamatan Bekasi Utara Kota Bekasi direhabilitasi dalam program bedah rumah dari Kementerian Sosial.

Kementerian Sosial menganggarkan Rp840 juta untuk bedah rumah di Bekasi Utara yang diserahkan Menteri Sosial Salim Segaf Al Jufri di Bekasi, Selasa.

"Saya berterima kasih karena uang perbaikan rumah tidak layak huni ini juga uang rakyat, bukan uang Kementerian Sosial atau menteri tapi karena gotong royong kerja sama masyarakat," kata Mensos.

Mensos mengatakan, apa yang dilakukan Kementerian Sosial merupakan dorongan dan motivasi agar terjadi ketransparanan.

Biasanya rehabilitasi rumah tidak layak huni dilakukan dalam program bedah rumah, kali ini dibuat dalam bentuk bedah kampung yang sebelumnya juga dilakukan di Purwakarta sebanyak 100 unit rumah tidak layak huni.

Kementerian Sosial menganggarkan Rp10 juta untuk bedah satu rumah yang dikerjakan bersama-sama oleh relawan, TNI, Polisi, pekerja sosial, Karang Taruna, Taruna Siaga Bencana dan organisasi sosial maupun masyarakat.

"Karena dikerjakan gotong royong dan kerja sama masyarakat, ada yang bawa pasir, pikiran, atau memberi motivasi akhirnya selesai juga bedah rumah. Nilainya memang Rp10 juta, tapi saya lihat lebih dari itu," ujar Mensos.

Mensos juga mengharapkan dunia usaha ikut berperan memberikan kontribusi dalam program bedah kampung.

"Kalau ada dunia usaha yang mau menjual barang-barang tolong jual dengan harga pokok, untuk orang miskin jangan jual dengan harga mahal," tambah Mensos.

Kementerian Sosial mendata sebanyak 2,3 juta rumah tidak layak huni, sedangkan kemampuan Kementerian Sosial hanya mampu membedah 15.000 unit rumah tidak layak huni (T.D016)




Pewarta :
Editor: Heru Jarot Cahyono
COPYRIGHT © ANTARA 2026