
Proyek pengaspalan jalur lambat Malioboro dimulai

Jogja (ANTARA Jogja) - Pekerjaan pengaspalan jalur lambat Malioboro mulai dilaksanakan pada Sabtu yang diawali dengan pengelupasan aspal yang dilakukan dari sisi utara Jalan Malioboro.
"Karena sudah ada izin dari kepolisian, maka pekerjaan pengelupasan jalur lambat pun dimulai pada siang hari. Pekerjaan mulai dilakukan dari sisi utara Jalan Malioboro," kata Kepala Dinas Permukiman dan Prasarana Wilayah Kota Yogyakarta, Toto Suroto di Yogyakarta, Sabtu.
Pekerjaan pengelupasan aspal tersebut dilakukan dengan bantuan alat berat dan sejumlah "dump truck" yang berfungsi mengangkut aspal yang telah dikelupas agar tidak menumpuk di jalan.
Toto mengatakan, sedianya pekerjaan pengelupasan aspal di jalur lambat Malioboro akan dilakukan mulai pekan depan. Namun, izin dari kepolisian turun lebih cepat sehingga pekerjaan bisa dilakukan pada akhir pekan.
"Pekerjaan pengelupasan aspal memang lebih mudah dilakukan pada siang hari. Karenanya, kami mengajukan izin pelaksanaan pekerjaan itu saat siang hari. Malam hari akan difokuskan untuk pengasapalan jalan," katanya.
Mengenai potensi kemacetan yang bisa ditimbulkan dari kegiatan pengelupasan aspal tersebut, Toto mengatakan, volume pekerjaan akan dilakukan sesuai dengan kondisi di lapangan sehingga tidak akan terlalu mengganggu arus lalu lintas.
Toto mengatakan, pekerjaan pengasapalan ulang jalur lambat Malioboro tersebut memang harus diawali dengan pengelupasan aspal agar ketinggian aspal baru tidak mengurangi ketinggian ideal trotoar. Aspal lama dikelupas setebal empat centimeter.
Sedangkan pekerjaan pengaspalan, lanjut dia, bisa dilakukan pada malam hari yang akan dimulai di atas pukul 22.00 WIB karena kondisi arus lalu lintas sudah mulai lengang.
"Pengaspalan pun bisa dilakukan dengan cepat sehingga pekerjaan bisa selesai pada waktu yang telah ditargetkan," katanya.
Dinas Permukiman dan Prasarana Wilayah Kota Yogyakarta menargetkan, pekerjaan pengasapalan ulang jalur lambat Malioboro sudah dapat selesai pada H-10 Lebaran.
Total dana yang digunakan untuk pengaspalan ulang jalur lambat Malioboro sepanjang 1.400 meter tersebut mencapai Rp1,06 miliar yang berasal dari APBD Kota Yogyakarta. Kebutuhan dana tersebut lebih rendah dibanding plafon anggaran yang disiapkan sebanyak Rp1,2 miliar.
Pekerjaan pengaspalan ulang jalur lambat Malioboro tersebut merupakan upaya revitalisasi horisontal di kawasan yang hingga kini masih menjadi ikon utama pariwisata di Kota Yogyakarta.
Selain memperbaiki jalur lambat, Dinas Permukiman dan Prasarana Wilayah Kota Yogyakarta juga meratakan taman pembatas jalan di Jalan Malioboro untuk memberikan kesan lapang di jalur tersebut.
Sedangkan Kepal Unit Pelaksana Teknis (UPT) Malioboro Syarif Teguh berharap, pekerjaan dapat berjalan lancar. "Setelah pengaspalan ulang selesai dilakukan, diharapkan akan bisa semakin menambah estetika Malioboro," katanya.
Pewarta :
Editor:
Mamiek
COPYRIGHT © ANTARA 2026
