
Kulon Progo panen raya cengkih

Jogja (ANTARA Jogja) - Petani di perbukitan Menoreh, Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, panen raya cengkih sejak Mei hingga September mendatang.
"Kecamatan yang sedang panen raya cengkih yakni Samigaluh, Kalibawang, Girimuoyo, dan sebagian Pengasih. Panen raya hanya tiga atau empat tahun sekali," kata Kepala Bidang Perkebunan Dinas Pertanian, Kehutanan dan Perkebunan Kulon Progo Muhammad Aris Nugroho, Senin.
Ia mengatakan meski panen raya dan hasil cengkih melimpah, tidak mempengaruhi harga jual di pasaran. Cengkih basah harganya Rp26.000 hingga Rp30.000 per kilogram, sedangkan cengkih kering Rp82.000 per kilogram.
"Kami sudah melakukan sosialisasi supaya masyarakat untuk melakukan tunda jual jika harga cengkih dipasaran turun. Karena, harga cengkih kering, pada Februari hingga Maret, mencapai Rp200 ribu per kilogram. Untuk itu, kami meminta masyarakat untuk tidak tergesa-gesa menjual cengkih," kata Aris.
Menurut dia, di Kabupaten Kulon Progo memiliki lahan cengkih seluar 2.701 hektare yang tersebar di Samigaluh, Kalibawang, Girimuoyo dan sebagian Pengasih yang mampu menghasilkan 388 ton.
"Kami memprediksikan, hasil panen raya ini meningkat 300 persen, atau 1.200 ton dibandingkan panen tahunan yang hanya mencapai 388 ton," katanya.
Terkait pemasaran cengkih, kata dia, masyarakat penghasil cengkih tidak harus menjual ke pasar. Karena sudah ada tengkulak yang datang ke rumah mereka.
Selain menghasilkan cengkih, kata Aris, daun pohon cengkih juga memiliki nilai ekonomi yang tinggi. setiap kilogram dauh kering cengkih seharga Rp1.200 per kilogram hingga Rp2.000 per kilogram. Daun cengkih merupakan bahan baku untuk pembuatan minyak atsiri yang dikembangkan masyarakat Kecamatan Samigaluh.
"Untuk itu, kami mengimbau kepada petani untuk melakukan perawatan, pemupukan dan melakukan intensifikasi pohon cengkih," kata dia.
(KR-STR)
Pewarta :
Editor:
Mamiek
COPYRIGHT © ANTARA 2026
