
Presiden optimistis program lanjutan MDG's terwujud

Jakarta (ANTARA Jogja) - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono optimistis program pembangunan berkelanjutan setelah berakhirnya Millenium Development Goal's 2015 bisa terwujud melalui kerja sama global dan evaluasi capaian program yang digagas pada awal milenium tersebut.
Dalam keterangan pers usai telekonferensi dengan pimpinan panel program pasca-MDG's 2015 PBB, Rabu malam, Presiden mengatakan panel yang beranggotakan 26 tokoh dan dipimpin oleh tiga orang masing-masing Presiden Yudhoyono, Presiden Liberia Ellen Johnson Sirleaf, dan PM Inggris David Cameron bekerja sejak September 2012 hingga Mei 2013.
"Waktu hanya delapan bulan, kita harus bangun sistem kerja yang baik. Ada lima pertemuan, pertama dan kelima di PBB New York, tiga di antaranya dilaksanakan di masing-masing negara. Indonesia akan menjadi tuan rumah pertama setelah New York direncanakan akhir November atau awal Desember, kemudian di Monrovia Liberia dan ketiga di London, masing-masing Januari dan Maret, terakhir di PBB New York," kata Presiden.
Kepala Negara mengatakan dalam telekonferensi yang difasilitasi oleh PBB, ketiga pimpinan panel masing-masing Presiden Yudhoyono, Presiden Sirleaf dan PM Cameron serta Deputi Sekjen PBB Jan Elliason memiliki kesepahaman yang sama mengenai konsep program pembangunan berkelanjutan yang akan menggantikan MDG's pada 2015.
"Menyangkut visi banyak kesamaan pandangan dari Presiden Liberia, Perdana Menteri Inggris dan saya dan juga PBB yang tujuannya mencapai sustainable development agenda untuk kurangi secara signifikan kemiskinan dunia sehingga bisa meningkatkan taraf hidup pembangunan sedunia, diperlukan sumber sehingga yang saya usulkan kita bisa capai tujuan sustainable development goal manakala ekonomi tumbuh baik," kata Presiden.
Kepala Negara berkeyakinan dengan kerja sama semua pihak, konsep program pasca MDG's bisa disepakati dan menggantikan MDG's yang akan berakhir pada 2015.
Telekonferensi yang berlangsung di ruang pusat krisis gedung Bina Graha tersebut menghubungkan antara Jakarta, New York, London, dan Monrovia, Liberia.
Dalam kesempatan itu Presiden didampingi sejumlah menteri terkait, utusan khusus Presiden RI untuk MDG's Nina Moeloek dan sejumlah pejabat lainnya.
(P008)
Pewarta :
Editor:
Masduki Attamami
COPYRIGHT © ANTARA 2026
