Logo Header Antaranews Jogja

Harga kambing PE turun 50 persen

Senin, 3 September 2012 13:25 WIB
Image Print
Peternakan kambing peranakan etawa di Kabupaten Bantul, DIY (Foto ANTARA/Sidik)

Kulon Progo (ANTARA Jogja) - Harga kambing peranakan etawa di tingkat peternak Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, mengalami penurunan hingga 50 persen.

"Harga kambing peranakan etawa (PE) mengalami penurunan drastis sejak 2011. Penurunan harga ini, karena kebijakan pemerintah terkait pelarangan penjualan kambing PE ke Malaysia atau negara lain supaya PE unggulan tetap terjaga," kata Ketua Kelompok Ternak Menoreh Makmur Kayugede, Suwando di Kulon Progo, Senin.

Ia mengatakan, harga kambing PE umur tiga bulan dan tidak masuk kelas berkisar Rp800.000 hingga Rp1.000.000 per ekor atau turun dari sebelumnya yang berkisar Rp1.600.000 hingga Rp2.000.000 per ekor. Harga kambing PE kelas C usia tiga bulan berkisar Rp1.200.000 hingga Rp1.500.000 per ekor dari sebelumnya diatas Rp2,4 juta per ekor.

Untuk harga kambing PE kelas B Rp1.500.000 hingga Rp2.000.000 per ekor dari sebelumnya Rp3.000.000 per ekor hingga Rp4.000.000 per ekor. Harga kambing PE kualitas A atau super Rp7 juta hingga Rp11.000.000 per ekor.

"Meski harga kambing PE mengalami penurunan hingga 50 persen, peternak tidak mengalami kerugian karena kambingnya bisa dikembangkan untuk diperah dan kotoran kambing dapat dibuat pupuk organik," kata Suwando.

Untuk menambah pendapatan peternak dan tidak merugi akibat penurunan harga kambing PE, kata Suwando, peternak mengembangkan kambing PE untuk susu perah dan untuk pedaging.

Saat ini, peternak sudah membuat susu bubuk untuk kesehatan yang dijual ke Bandung, Bogor dan Jakarta. Harga bubuk susu kambing PE seharga Rp100.000 per kilogram, sedangkan susu segar Rp10.000 hingga Rp12.000 per liter.

"Saat ini, kami terus melakukan sosialisasi kepada peternak kambing PE untuk membudidayakan susu perah. Karena potensi penjualan susu bubuk dan segar kambing PE sangat besar," kata dia.

Kata dia, kotoran kambing pE juga memiliki nilai jual tinggi. Setiap kilogram kambing PE yang telah difermentasi menjadi pupuk organik mencapai Rp600 per kilogram.

"Harga pupuk organik kambing PE Rp600 per kilogram. Jangan dilihat dari harganya, tapi harus dilihat dari jumlahnya, yang tiap hari peternak mampu menghasilkan sedikitnya lima kilogram," kata dia.

(KR-STR)



Pewarta :
Editor: Mamiek
COPYRIGHT © ANTARA 2026