
Kalibuntung maju lomba Desa Wisata Java Promo

Bantul (ANTARA Jogja) - Desa Wisata Kalibuntung Desa Srihardono, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, maju mewakili kabupaten ini untuk mengikuti lomba festival Desa Wisata Java Promo 2012.
"Kita direkomendasikan untuk mengikukti Festival Java Promo, dan hari ini kami dinilai oleh tim juri," kata salah satu anggota kelompok sadar wisata (Pokdarwis) Desa Wisata Kalibuntung, Eko Yulianto di Bantul, Selasa.
Menurut dia, Festival Desa Wisata Java Promo 2012 yang diikuti perwakilan dari masing-masing kabupaten/kota se DIY-Jawa Tengah diselenggarakan mulai 10 September dan akan selesai dalam waktu 10 hari ke depan.
"Tim juri berkeliling ke semua desa wisata, dan pada hari ini juri menilai potensi desa seperti kuliner, fasilitas pendukung seperti home stay, MCK dan menyusuri desa wisata," kata dia.
Ia mengatakan, desa wisata Kalibuntung yang telah dikembangkan sejak 2011 ini memiliki potensi seperti susur sungai Opak, sarana outbound, gazebo, potensi pertanian dan kuliner dari olahan makanan tradisional.
"Kami sangat bangga dengan potensi yang dimiliki desa, karena tahun ini bisa mengikuti festival desa wisata. Ini yang pertama karena pada tahun 2011 lalu belum menjadi peserta, baru mendapat pendampingan," kata dia.
Menurut dia, tim juri Festival Desa Wisata Java Promo itu berasal dari ASITA, Universitas Gadjah Mada (UGM) dan juga dari tabolid info wisata, karena nanti pemenang dari lomba ini akan difasilitasi untuk melakukan promo ke sejumlah daerah.
Ia mengatakan, Desa Wisata Kalibuntung ini menawarkan berbagai wisata outbound yang menarik dan menantang, wisata air, belajar mengasah keterampilan bidang pertanian, kerajinan dan menikmati nuansa khas pedesaan.
"Kami menghadirkan program wisata yang edukatif dan inovatif, karena kami mengajak dan melihat langsung proses menanam sayur, belajar membuat kerajinan gerabah dan keramiik serta mengajak untuk menikmati pemdandangan desa dengan menyusuri sungai Opak," katanya.
Menurut dia, setiap seminggu sekali desa wisata dikunjungi rombongan pelajar, baik dari tingkat taman kanak-kanak (TK) hingga mahasiswa yang berasal dari Bantul dan luar kabupaten untuk melakukan "outbound" maupun makrab.
"Tiap rombongan rata-rata berjumlah 50 sampai 100 pelajar, bahkan ada yang pernah 500 pelajar," kata dia yang juga menawarkan paket layanan untuk antar -jemput dengan mobil antara Rp75.000 sampai Rp150.000.
(KR-HRI)
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
