Logo Header Antaranews Jogja

Dishub Bantul dilengkapi kendaraan "skylift"

Sabtu, 15 September 2012 12:43 WIB
Image Print
Petugas Dishub Bantul sedang menunjukkan kendaraan "skylift" atau mobil operasional untuk memperbaiki LPJU (Foto ANTARA/Sidik)

Bantul (ANTARA Jogja) - Dinas Perhubungan Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini dilengkapi kendaraan "skylift" atau mobil operasional untuk memperbaiki lampu penerangan jalan umum, yang mampu menjangkau ketinggian 16 meter.

"Dinas Perhubungan memang sudah waktunya memiliki kendaraan tersebut yang lebih baik dan modern, karena kendaraan yang lama kondisinya sudah mengkhawatirkan keamanan petugas, dan fungsinya kurang optimal," kata Kepala Dishub Bantul Edy Susanto, Sabtu.

Menurut dia, kendaraan "skylift" yang baru saat ini dilengkapi tangga yang bisa menjangkau hingga ketinggian 16 meter, dan sekaligus mampu memperbaiki tiga titik lampu penerangan jalan umum (LPJU) yang jaraknya berdekatan tanpa harus memindahkan kendaraan.

Hal itu, kata dia karena tangga di kendaraan tersebut bisa berputar sampai 360 derajat. "Berbeda dengan kendaraan lama yang tidak dapat memutar, sehingga harus berpindah haluan jika akan memperbaiki titik LPJU di sebelahnya," katanya.

Kalau kendaraan yang lama, kata dia, paling hanya menjangkau sekitar tujuh meter. "Selain itu, tidak bisa berputar, jadi harus satu persatu jika ada lebih dari satu titik lampu," katanya.

Dengan adanya kendaraan yang baru, ia berharap perbaikan dan perawatan lampu penerangan jalan umum menjadi lebih lancar.

Staf Teknik Sarana dan Prasarana Dishub Bantul Marjuni mengatakan kendaraan yang baru tersebut mulai berada di Dishub Bantul pada 12 September 2012.

Kendaraan ini juga dilengkapi dengan kamera CCTV di bagian belakang, dan bisa dipantau melalui layar monitor di dekat kemudi.

"Jelas lebih unggul dibanding dengan kendaraan lama, karena kendaraan ini sudah menggunakan teknologi digital, dan bisa dioperasionalkan secara otomatis. Berbeda dengan yang lama, yang masih secara manual, karena tombol berada di luar," katanya.

Ia mengatakan kendaraan yang diperkirakan seharga Rp800 juta ini akan dioptimalkan untuk memperbaiki dan merawat LPJU di Bantul yang jumlahnya hampir seratus titik.

Selain itu, juga untuk merawat alat pemberi isyarat lalu lintas (apill).

Apalagi, kata dia, setidaknya setiap hari rata-rata pihaknya mendapat delapan hingga sepuluh laporan adanya kerusakan LPJU di beberapa titik, sehingga kendaraan ini akan dioperasionalkan setiap hari.

"Meski begitu, kendaraan yang lama tetap dipakai untuk berjaga-jaga jika kendaraan yang baru sedang dipakai, atau jika ada laporan kerusakan pada hari libur," kata dia, yang mengatakan tetap melayani dalam enam hari kerja.

(KR-HRI)



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026