Logo Header Antaranews Jogja

Minimalisir ISPA warga semprot jalur truk pasir

Rabu, 26 September 2012 06:32 WIB
Image Print
truk angkut pasir merapi (foto Antara)

Sleman (ANTARA Jogja) - Warga beberapa dusun di Desa Glagaharjo, Kecamatan Cangkringan, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta melakukan penyemprotan dan penyiraman jalur truk angkutan pasir di wilayah setempat untuk menekan meluasnya penyakit infeksi saluran pernafasan atas akibat dampak debu.

"Warga secara swadaya melakukan penyemprotan di jalur yang dilalui truk pengangkut pasir pada pagi hari, namun karena keterbatasan dana penyemprotan tidak dapat dilakukan setiap hari," kata salah satu warga Glagaharjo Sunardi, Rabu.

Menurut dia, penyemprotan hanya dilakukan atas inisiatif warga sendiri yang prihatin dengan kondisi jalanan yang berdebu saat dilewati truk pengangkut pasir.

"Pemuda desa bersama-sama mengumpulkan sumbangan dari portal di jalur truk pasir untuk membeli air," katanya.

Ia mengatakan, meskipun telah dilakukan penyemprotan, namun karena jumlah kendaraan truk pasir yang lalu lalang dalam setiap hari terlalu banyak, maka dapat dipastikan siang harinya jalanan sudah kembali berdebu.

"Warga sangat berharap pemerintah desa dapat membantu untuk pembiayaan operasional penyemprotan. Kasihan yang rumahnya di pinggir jalan, paling tidak kalau tiap hari disemprot juga mendingan," katanya.

Sekretaris Desa Glagaharjo Agralno mengatakan, Pemerintah Desa siap untuk melakukan penyemprotan jalan, dengan catatan warga diharapkan untuk mengajukan usulan daerah mana yang harus didahulukan untuk disemprot.

"Saat ini Pemerintah Desa telah mendapatkan pinjaman satu unit mobil tanki dari Provinsi DIY. Kami sebenarnya juga telah melakukan penyemprotan, hanya saja wilayahnya digilir jadi tidak setiap hari satu daerah disemprot," katanya.

Menurut dia, dengan satu unit mobil tangki bantuan yang ada, ditambah dengan pembelian air dari tangki swasta, nantinya diyakini penyemprotan dapat dilakukan secara merata.

"Memang kondisi jalan yang berdebu itu dapat mengganggu kesehatan pernafasan masyarakat. Kami upayakan yang terbaik untuk masyarakat," katanya.

Seperti diberitakan, kasus penderita infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) di wilayah lereng Gunung Merapi, Kecamatan Cangkringan, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, selama satu semester 2012 meningkat drastis.

"Kasus penderita ISPA di Cangkringan semester pertama tahun ini meningkat drastis. Debu vulkanik sisa erupsi Merapi dan asap truk pengangkut pasir dan minimnya masker menjadi pemicu peningkatan jumlah penderita ISPA," kata Kepala Puskesmas Cangkringan Maryadi.

Menurut dia, penderita ISPA dengan usia 0 sampai 19 tahun sepanjang 2011 tercatat sebanyak 1.658 anak, dengan rata-rata pasien per bulan sejumlah 138, sedangkan periode Februari hingga Agustus 2012 pasien di bawah usia 19 tahun tercatat sebanyak 1.142 atau rata-rata setiap bulan terdapat 163 pasien.

"Kemarau panjang tahun ini mengakibatkan kondisi di wilayah Cangkringan pascaerupsi Merapi 2010 semakin berdebu. Padatnya lalu lintas truk pengangkut pasir Merapi yang melintasi sejumlah desa di Cangkringan berdampak pada penurunan kesehatan masyarakat setempat, baik dari polusi maupun debu," katanya.

(U.V001)



Pewarta :
Editor: Heru Jarot Cahyono
COPYRIGHT © ANTARA 2026