Logo Header Antaranews Jogja

PKL Malioboro libur rayakan pelantikan Gubernur DIY

Selasa, 9 Oktober 2012 15:35 WIB
Image Print
PKL di kawasan Jalan Malioboro, Yogyakarta (Foto antaranews.com) (antaranews.com)

Jogja (ANTARA Jogja) - Sekitar 2.500 pedagang kaki lima di sepanjang Jalan Malioboro hingga simpang tiga Ngejaman memilih libur selama satu hari penuh untuk ikut menyambut pelantikan Gubernur dan Wakil Gubernur DIY, Rabu (10/10).

"Selama satu hari penuh bertepatan dengan pelantikan Sri Sultan Hamengku Buwono (HB) X dan Sri Paduka Paku Alam (PA) IX, seluruh pedagang kaki lima siang dan malam akan libur. Kami ingin ikut merayakan kegembiraan dan sekaligus menghormati acara pelantikan gubernur dan wakil gubernur," kata Ketua Lembaga Pemberdayaan Komunitas Kawasan Malioboro (LPKKM) Rudiarto di Yogyakarta, Selasa.

Menurut dia, bertepatan dengan hari pelantikan Gubernur dan Wakil Gubernur DIY tersebut, pedagang kaki lima memilih melakukan bersih-bersih di kawasan Malioboro pada pagi hari dan sore harinya menggelar acara tumpengan.

Rudiarto mengatakan, setidaknya akan ada lebih dari 100 tumpeng dari komunitas-komunitas di Kawasan Malioboro yang akan ditampilkan dengan satu tumpeng besar di depan Malioboro Mal.

"Keinginan untuk libur dan melakukan tumpengan tersebut murni inisiatif dari pedagang sendiri. Kami dari LPKKM hanya membantu untuk melakukan koordinasinya," ucapnya.

Selama kegiatan berlangsung, Rudiarto mengatakan seluruh pedagang kaki lima diminta mengenakan pakaian khas Yogyakarta, namun apabila tidak memungkinkan bisa mengenakan batik.

Jika masih ada pedagang kaki lima yang tetap membuka dagangannya pada Rabu (10/10), lanjut Rudiarto maka komunitas akan membantu untuk menutup tempat berjualannya.

Ia menuturkan, pedagang tidak merasa rugi karena tidak berjualan selama satu hari. Setiap hari, rata-rata omzet pedagang kaki lima di kawasan Malioboro mencapai Rp500.000 hingga Rp1 juta.

Meskipun seluruh pedagang kaki lima di kawasan Malioboro memilih untuk tidak berjualan selama satu hari penuh, namun untuk jasa parkir masih akan tetap memberikan pelayanan.

Sementara itu, Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Malioboro Syarif Teguh memberikan apresiasi positif atas inisiatif pedagang untuk libur selama satu hari penuh.

"Inisiatif itu datang dari pedagang. Artinya, rasa kebersamaan antarpedagang di kawasan Malioboro semakin baik dan akan memberikan nilai tambah untuk Malioboro," ujatnya.

Selama satu hari tersebut, Syarif juga mengatakan, musik yang dibunyikan oleh toko-toko dan juga di sepanjang Jalan Malioboro adalah gending Jawa.

(U.E013)



Pewarta :
Editor: Heru Jarot Cahyono
COPYRIGHT © ANTARA 2026