Logo Header Antaranews Jogja

Penderita TBC Gunung Kidul belum ditangani baik

Rabu, 10 Oktober 2012 19:26 WIB
Image Print
Ilustrasi (dok istimewa)

Gunung Kidul (ANTARA Jogja) - Sebanyak 249 penderita Tuberculosis di Kabupaten Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, belum mendapatkan mendapatkan pengobatan dan perawatan secara optimal.

"Hingga kini masyarakat Gunung Kidul yang menderita Tuberculosis (TBC) belum dapat ditangani secara optimal. Dari 249 penderita TBC, namun yang kami tangani baru 98 penderita. Artinya masih ada ratusan penderita yang berpotensi menjadi penyebab wabah, kata Ketua Perkumpulan Pemberantasan Tuberculosis Indonesia (PPTI) Provinsi DIY, Bambang Purnomo di Gunung Kidul, Rabu.

Menurut dia, kondisi geogaris kabupaten Gunung Kidul yang merupakan kawasan kapur dan karts secara langsung berakibat buruk terhadap perkembangan penyakit TBC.

Karena dengan debu batu kapur serta karst secara langsung membuat paru-paru kotor dan inveksi. Faktor inilah bisa memicu penyakit TBC, selain faktor akibat tertular, kata Bambang.

Dia menilai, penyebaran TBC yang cepat disebabkan oleh tingkat kesadaran masyarakat yang masih rendah dalam menjaga kebersihan dan asupan gizi yang kurang. Apalagi penyakit TBC gejalanya tidak banyak dirasakan. Kasus ini baru diketahui ketika menginjak stadium lanjut yang sangat membahayakan. Setelah ini penderita baru memeriksakan dan ditangani, meski kondisinya sudah parah, kata Bambang.

Penyakit TBC, kata dia, memerlukan penanganan dan pengobatan selama 23 bulan secara rutin, bisa sembuh total. Bahkan bagi penderita juga akan ditangani sampai sembuh dengan gratis. Namun, informasi ini belum banyak diketahui masyarakat. Ini menjadi bagian tugas pengurus PPTI Gunung Kidul ini, kata dia.

(KR-STR)



Pewarta :
Editor: Mamiek
COPYRIGHT © ANTARA 2026