Logo Header Antaranews Jogja

Sleman bertekad wujudkan swasembada daging pada 2014

Kamis, 11 Oktober 2012 22:53 WIB
Image Print
Ilustrasi (Foto antaranews.com)

Sleman (ANTARA Jogja) - Pemerintah Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta bertekad mewujudkan swasembada daging pada 2014.

"Guna mendukung terwujudnya swasembada daging ini, telah dilakukan kegiatan penguatan sapi/kerbau betina produktif, penyelamatan sapi/kerbau betina produktif, pembibitan sapi perah, dan pengembangan kawasan ternak di Kecamatan Pakem," kata Bupati Sleman Sri Purnomo, Kamis.

Sementara untuk mendukung peningkatan produktivitas padi, jagung, dan kedelai, menurut dia, beberapa kegiatan telah dilakukan, antara lain, perbaikan jaringan irigasi seluas 2.000 hektare.

"Selain itu, juga penggunaan pupuk berimbang baru yang mencapai kurang lebih 60 persen dari luas areal 22.000 hektare per luas tanam padi seluas 44.500 hektare, penggunaan varietas unggul bermutu kurang lebih 90 persen, memberikan bantuan 13 unit traktor, dan delapan unit alat pascapanen," katanya.

Ia mengatakan bahwa Pemkab Sleman juga melakukan kegiatan pengendalian hama tanaman.

"Untuk mengatasi kekeringan, Pemerintah juga telah membantu 35 unit pompa air, yang dipinjamkan kepada kelompok tani," katanya.

Dewan Ketahanan Pangan Kabupaten Sleman Suyamsih mengatakan, dalam rangka meningkatkan/mempercepat tercapainya pola pangan harapan (PPH) dan menggalakkan pola pangan yang beragam, bergizi seimbang dan aman (B2SA) di tengah masyarakat.

"Pemerintah pusat meluncurkan Program Percepatan Penganekaragaman Konsumsi Pangan sampai dengan 2012 telah diterimakan dana bantuan sosial bagi 20 kelompok wanita tani (KWT) yang tersebar di 20 Desa se Kabupaten Sleman," katanya.

Ia mengatakan bahwa bantuan sosial bagi KWT ini masing-masing sebesar Rp16 juta yang dipergunakan untuk pemanfaatan pekarangan di anggota KWT Rp12 juta, demplot Rp2 juta serta kebun bibit kelompok Rp2 juta.

"Selain itu, untuk 10 KWT penerima bansos 2011 pada tahun 2012 menerima tambahan dana yang dipergunakan untuk pengolahan pangan lokal masing-masing sebesar Rp8,5 juta," katanya.

(V001)



Pewarta :
Editor: Masduki Attamami
COPYRIGHT © ANTARA 2026