
Polri: 1596 pengungsi masih bertahan di SPN Kemiling

Jakarta (ANTARA Jogja) - Sebanyak 1.596 warga daerah bentrokan di Lampung Selatan, yang 389 orang diantaranya anak-anak, masih mengungsi di Sekolah Polisi Negara (SPN) Bandar Lampung.
Hal itu dikemukakan Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Polri Brigjen Pol Boy Rafli Amar di Jakarta, Jumat.
"Upaya-upaya pemulihan kemanan terus berjalan dari kepolisian, TNI dan aparat setempat dalam membuka komunikasi untuk menutup keretakan sosial antarwarga," katanya.
Pertikaian itu melibatkan warga Desa Agom, Kecamatan Kalianda dan Desa Balinuraga, Kecamatan Way Panji, Lampung Selatan.
Banyak rumah warga dan fasilitas umum yang rusak akibat pertikaian itu.
Solusi untuk memperbaiki rumah warga dan fasilitas umum yang rusak pun terus diupayakan agar warga yang mengungsi bisa segera kembali ke rumah mereka masing-masing dan menempati tempat tinggal yang layak, kata Boy.
"Kami mendengar suasana disana sudah berangsur kondusif, kami juga berharap para pengungsi agar dapat segera kembali ke rumah masing-masing," ujarnya.
Selain itu, dia mengatakan, jajaran aparat terus berkonsolidasi untuk menemukan cara pemecahan yang paling efektif untuk menciptakan perdamaian antarwarga.
"Semua (aparat) masih disana, Pimpinan Polda Lampung pun masih ikut berjaga disana," ujar Boy.
Sembilan butir
Karo Penmas Brigjen Pol Boy Rafli Amar di Jakarta, Jumat mengatakan kepolisian dengan kelompok masyarakat tengah membahas sembilan butir perdamaian, untuk kemudian mensosialisasikan kesepakatan damai itu kepada kelompok masyarakat di Lampung Selatan.
Namun, Boy belum merinci sembilan butir itu karena masih dalam diskusi dengan pemerintah setempat, aparat hukum dan tokoh masyarakat.
"Sekarang masih berproses, ada sembilan kesepakatan yang masih dibicarakan terkait masalah mewujudkan perdamaian antar dua kelompok masyarakat," kata Boy.
(I029)
Pewarta :
Editor:
Mamiek
COPYRIGHT © ANTARA 2026
