Logo Header Antaranews Jogja

Sarihusada dukung peningkatan produktivitas peternak sapi perah rakyat melalui program FRESH

Kamis, 14 Mei 2026 12:00 WIB
Image Print
Lokakarya "Sinergi Pemerintah dan Stakeholder dalam Mendukung Produktivitas Susu" yang digelar PT Sarihusada Generasi Mahardhika (SGM) di Auditorium Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta pada Rabu (13/5/2026). (ANTARA/HO-SGM)

Yogyakarta (ANTARA) - PT Sarihusada Generasi Mahardhika (SGM) menggelar lokakarya "Sinergi Pemerintah dan Stakeholder dalam Mendukung Produktivitas Susu" di Auditorium Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Gadjah Mada (UGM), Yogyakarta pada Rabu (13/5).

Kegiatan ini dihadiri berbagai unsur pemerintah, akademisi, koperasi, pelaku usaha, serta peternak sapi perah rakyat dari Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah sebagai ruang kolaborasi multipihak untuk memperkuat produktivitas susu sekaligus mendukung pemenuhan gizi masyarakat Indonesia.

Kegiatan ini merupakan bagian dari Program Farmer Resilience and Enhanced Sustainable Husbandry (FRESH) atau Program Ketahanan Peternak dan Peningkatan Praktik Peternakan Berkelanjutan yang dijalankan sejak 2023 oleh SGM bersama Danone Ecosystem, Yayasan Rumah Energi (YRE), dan mitra terkait.

Program ini berfokus pada peningkatan kapasitas peternak sapi perah rakyat dan koperasi melalui pelatihan Good Dairy Farming Practices (GDFP), penguatan infrastruktur, inovasi peternakan, hingga penguatan akses pembiayaan dan teknologi.

Berbagai inisiatif telah dijalankan melalui program ini, mulai dari vaksinasi dan pengobatan pascawabah PMK, program kredit sapi perah, inovasi pakan, digitalisasi pencatatan peternakan, pembangunan instalasi biogas, hingga pengembangan fasilitas susu pasteurisasi.

PLH Direktur Hilirisasi Hasil Peternakan Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian Boethdy Angkasa dalam sambutannya mengapresiasi upaya Sarihusada bersama mitra dalam berkontribusi memperkuat produksi susu di DIY dan Jawa Tengah melalui program yang komprehensif dari hulu sampai dengan hilir.

"Peningkatan produktivitas susu nasional tidak bisa dilakukan pemerintah sendiri. Sinergi antara industri, akademisi, koperasi, dan peternak adalah kunci untuk mempercepat kemandirian susu Indonesia. Untuk itu apresiasi diberikan kepada Sarihusada yang menjalankan program FRESH ini dengan pendekatan yang berbeda, didukung dengan inovasi dari hulu sampai dengan hilir sehingga dalam tiga tahun perjalanan program dapat membawa dampak yang signifikan," ujarnya.

Karyanto Wibowo selaku Senior Director Public Affairs & Sustainability Danone Indonesia menyampaikan lokakarya ini menjadi ruang kolaborasi untuk membahas tantangan dan merumuskan tindak lanjut bersama, mulai dari penguatan tata kelola koperasi, akses pembiayaan, hingga adopsi inovasi di tingkat peternak. Kami percaya, dengan dukungan pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan, inisiatif ini akan semakin berdampak bagi kemajuan peternakan sapi perah rakyat, khususnya di DIY dan Jawa Tengah.

Selain lokakarya, kegiatan ini juga diisi dengan penyerahan simbolis kajian terkait "Ideal Business Size of Smallholder Farmers" atau ukuran usaha ideal peternak sapi perah rakyat kepada pemerintah sebagai kontribusi berbasis data dan praktik lapangan untuk mendukung pengembangan sektor persusuan nasional.

Kajian yang dihasilkan dari Program FRESH tersebut menunjukkan bahwa ukuran ideal agar peternak sapi perah rakyat dapat mencapai penghasilan setara UMR adalah dengan kepemilikan dua ekor sapi laktasi di DIY dan Jawa Tengah, serta tiga ekor sapi laktasi di Jawa Timur. Kajian ini juga menekankan pentingnya penerapan Good Dairy Farming Practices (GDFP), pengelolaan limbah menjadi biogas, penyediaan air minum yang memadai bagi sapi perah, serta penggunaan peralatan produksi yang optimal guna mendukung produktivitas dan kualitas susu.

Wakil Dekan Fakultas Kedokteran Hewan UGM Prof Dr Aris Haryanto menyampaikan bahwa kolaborasi lintas sektor menjadi hal penting dalam mendukung penguatan kapasitas peternak dan keberlanjutan industri persusuan di Indonesia.

"Kami berharap kegiatan ini dapat menjadi momentum bersama dalam meningkatkan kualitas dan daya saing sektor persusuan sekaligus mendukung kesejahteraan peternak sapi perah rakyat," ujarnya.

Prof Epi Taufik, selaku perwakilan akademisi dan pakar dari Fakultas Peternakan IPB menekankan bahwa dukungan akademisi melalui riset dan pendampingan teknis sangat diperlukan agar peternak rakyat dapat meningkatkan kualitas dan kuantitas produksi, sekaligus menjaga kesejahteraan dan keberlanjutan ekonomi peternak.

"Saya berharap hasil lokakarya ini benar-benar menjadi tonggak aksi bersama untuk membangun industri susu nasional yang lebih maju dan inklusif," tutur Prof Epi.

FRESH merupakan kelanjutan dari komitmen panjang Sarihusada dalam mendukung peternak sapi perah rakyat. Sejak berdiri pada 1954, Sarihusada tak hanya menghadirkan nutrisi berkualitas bagi ibu dan anak Indonesia, tetapi juga memperkuat ekosistem persusuan. Melalui Program Peningkatan Mutu Susu sejak 1991, Sarihusada mendorong peternak menghasilkan susu yang lebih baik sekaligus meningkatkan kesejahteraan mereka.

Pada 2010, melalui Proyek Merapi, Sarihusada mendampingi peternak terdampak bencana dengan pelatihan, penguatan koperasi, dan pembangunan infrastruktur. Komitmen ini berlanjut pada 2021 melalui kerja sama dengan LPTP (Lembaga Pengembangan Teknologi Pedesaan) dalam program regenerasi peternak, yang telah melahirkan peternak muda dan mendorong keterlibatan aktif perempuan dalam sektor peternakan.

Dukungan terhadap peternak bukan hanya tentang pasokan, tetapi juga kontribusi nyata bagi ketahanan pangan, perbaikan gizi, dan penguatan ekonomi lokal. Susu memiliki peran penting sebagai sumber gizi makro dan mikro yang dibutuhkan dalam masa tumbuh kembang anak, serta berkontribusi dalam pencegahan stunting dan peningkatan kesehatan keluarga Indonesia.

Ketika peternak tumbuh dan pasokan susu berkualitas meningkat, Sarihusada dapat senantiasa menghadirkan produk nutrisi yang aman dan terjamin bagi jutaan anak Indonesia; menyatukan pertumbuhan bisnis dan dampak sosial secara berkelanjutan. Semua ini merupakan bagian dari komitmen Sarihusada untuk terus melangkah bersama demi terwujudnya Generasi Maju.



Pewarta :
Editor: Bambang Sutopo Hadi
COPYRIGHT © ANTARA 2026