Logo Header Antaranews Jogja

Kulon Progo "waspada dini malaria"

Jumat, 2 November 2012 21:21 WIB
Image Print

Kulon Progo (ANTARA Jogja) - Dinas Kesehatan Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, menyatakan "waspada dini malaria", karena sering ditemukan kasus penyakit ini di Kecamatan Girimulyo dan Kokap.

"Dinas Kesehatan Kulon Progo belum menerima laporan adanya penyakit yang berkembang pada musim hujan saat ini. Kami baru menerima beberapa laporan adanya warga masyarakat di Kecamatan Girimulyo dan Kokap yang terserang malaria. Tetapi jumlah penderitanya sedikit, dan sudah mendapatkan penanganan," kata Kepala Dinskes Kulon Progo Bambang Haryatno, Jumat.

Ia mengatakan pada September 2011 hingga Mei 2012 di Kulon Progo terdapat 300 kasus penyakit malara. Jumlah ini sangat banyak dan cukup menjadi perhatian.

Kemudian, pada Juni hingga akhir Oktober 2012 tercatat ada 19 kasus malaria. Berjangkitnya di Kecamatan Girimulyo, Samigaluh, Kokap dan Kalibawang.

"Untuk menurunkan angka kasus, kami akan membagikan kelambu kepada masyarakat di Kecamatan Girimulyo dan Kokap. Kami juga mengimbau kepada warga untuk segera memberi tahu kami jika ada warga yang suhu badannya tinggi, melalui layanan pesan pendek atau "sms gateway malaria 08773850171. Kami akan langsung melakukan pemeriksanaan," kata Bambang.

Kepala Seksi Pemberantasan Penyakit Menular (P2M) Dinas Kesehatan (Dinkes) Kulon Progo, Slamet Riyanto mengatakan, Dinkes bersama Puskesmas dan masyarakat sedang melakukan upaya pemberantasan untuk mengindari terjadi ledakan penderita malaria di Kecamatan Girimulyo yang belakangan banyak ditemukan kasus malaria.

Ia mengatakan Dinkes bersama kepala desa, kepala dusun atau dukuh, tokoh masyarakat Desa Jatimulyo, dan Sekretaris Kecamatan Girimulyo, sudah mengadakan rapat koordinasi untuk mengeliminasi penyakit malaria di Desa Jatimulyo.

"Dari hasil rapat koordinasi tersebut, warga mengharapkan ada bantuan kelambu dan bersedia berpartisipasi secara swadaya melakukan Indoor Residual Sprying (ISR) atau penyemprotan," kata Riyanto.

Menurut dia, Dinkes segera mengadakan pelatihan bagi warga yang akan melakukan penyemprotan, Kamis (8/11) minggu depan. Dinkes mempersiapkan peralatan semprot dan obatnya.

"Biaya operasional penyemprotan ditanggung warga. Dinkes tidak memiliki anggaran untuk pengendalian penyakit malaria. Untuk memenuhi permintaan kelambu seperti harapan warga, perusahan televisi swasta nasional, bersedia memberikan bantunan sebanyak 500 kelambu," kata dia.

Ia mengatakan rencananya bantuan itu akan disalurkan untuk warga di Desa Jatimulyo 250 kelambu dan disalurkan untuk warga di Desa Hargotirto 250 kelambu. Rencana bantuan disalurkan hari Rabu dan Kamis (13-14/11) mendatang.

(KR-STR)



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026