
Minat membatik masyarakat meningkat

Yogyakarta (ANTARA Jogja)- Minat masyarakat untuk mendalami batik di tiap-tiap daerah di Indonesia terus meningkat, kata Kepala bidang Pengembangan Jasa Teknis Balai Besar Kerajinan dan Batik Kementerian Perindustrian di Yogyakarta, Handoyo.
"Masyarakat di tiap-tiap daerah akhir-akhir ini semakin meningkat minatnya untuk mempelajari teknik membatik,"katanya di Yogyakarta, Jumat.
Menurut Handoyo meningkatnya minat masyarakat tersebut dapat dilihat dari meningkatnya jumlah permintaan bimbingan membatik dari tiap-tiap daerah di Indonesia.
"Permintaan instruktur membatik dari kami hingga saat ini terus mengalami peningkatan baik untuk dikirim ke daerah atau pemohon sendiri yang datang ke Balai Besar Kerajinan dan Batik (BBKB),"katanya.
Dia menyebutkan pada 2011 total permintaan pelatihan membatik di BBKB sebanyak 100 kali dengan total peserta sebanyak 1.398 orang, sedangkan pada 2012 hingga bulan Oktober sebanyak 79 kali dengan peserta mencapai 1.051 orang.
"Kami yakin dengan sisa satu bulan pada tahun ini jumlah permintaan pelatihan membatik akan lebih banyak dari tahun kemarin,"kata dia.
Sementara untuk pemasukan pendapatan pelatihan yang pada akhirnya masuk Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP) pada 2011 mencapai 107 persen yaitu sebesar Rp1,3 miliar dari pagu pendapatan yang ditentukan pemerintah sebesar Rp1,2 miliar.
Sedangkan untuk 2012 hingga bulan November berjalan, lanjut dia, mencapai Rp1,2 miliar dari pagu yang ditentukan pemerintah sebesar Rp1,5 miliar.
"Kami optimistis pada Desember dapat memenuhi target pemerintah yang selalu dinaikkan karena melihat BBKB ada peningkatan terus dari tahun ke tahun,"katanya.
Dia memaparkan untuk biaya pelatihan batik yang dibebankan kepada pemohon, per orang sebesar Rp1.900.000 untuk 5 hari pelatihan.
"Daerah-daerah pemohon pelatihan membatik hingga saat ini sudah menyebar mulai dari Aceh hingga Papua,"katanya.
Bahkan selain itu, kata dia, seiring pelatihan yang diberikan sudah banyak muncul motif-motif batik baru sebagai ciri khas daerah masing-masing.
"Sekarang malah sudah berkembang motif-motif batik yang mencirikan khas masing-masing daerah sehingga menambah kekayaan motif batik Indonesia,"katanya.
Dengan capaian-capaian target pelatihan batik yang yang dilakukan oleh BBKB, Handoyo optimistis bahwa batik akan tetap lestari di Indonesia karena perajin batiknya pun meningkat.
"Semakin banyak yang minta dilatih itu berarti menunjukkan bahwa batik di Indonesia akan semakin lestari,"katanya.
(KR-LQH)
Pewarta :
Editor:
Mamiek
COPYRIGHT © ANTARA 2026
