Logo Header Antaranews Jogja

Korban puting beliung masih butuh relawan

Rabu, 12 Desember 2012 14:32 WIB
Image Print
Sejumlah relawan melakukan evakuasi pohon tumbang yang menimpa rumah warga di Desa Purwomartani, Kalasan, Sleman pascabencana puting beliung yang menimpa wilayah ini Jumat (7/12) sore. Dalam Kejadian ini ratusan rumah rusak dan ratusan pohon tumbang.

Sleman (ANTARA Jogja) - Korban bencana angin puting beliung di Desa Purwomartani, Kecamatan Kalasan Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta pascamasa tanggap darurat bencana masih butuh relawan.

"Memang masa tanggap darurat sudah berakhir kemarin, namun tanggap darurat ini diperpanjang sampai Minggu 16 Desember untuk masa peralihan ke rehabilitasi dan rekonstruksi," kata Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan Bencana BPBD Kabupaten Sleman Makwan, Rabu.

Menurut dia, mungkin ada kesalahan informasi dari para relawan yang mengira masa tanggap darurat telah berakhir kemarin sehingga hari ini jumlah relawan berkurang drastis.

"Meskipun masa transisi, namun saat in masih dibutuhkan relawan untuk evakuasi pohon tumbang, puing bangunan, pembenahan atap dan hari ini pembenahan genteng asbes dan seng," katanya.

Ia mengatakan, hari ini jumlah relawan yang terjun di lokasi bencana puting beliung turun drastis lebih dari 50 persen.

"Hari ini ada 21 kelompok relawan yang turun ke lapangan dengan jumlah sekitar 600 orang, sebelumnya jumlah relawan rata-rata per hari di atas 1.200 orang," katanya.

Makwan mengatakan, saat ini relawan yang diutamakan adalah yang memiliki keahlian di bidang pertukangan karena untuk membantu memperbaiki atap rumah yang rusak termasuk memasang genteng.

"Namun relawan lain juga masih dibutuhkan untuk evakuasi batang-batang pohon tumbang yang masih cukup banyak, terutama di aliran Sungai Kuning dan saluran air agar jika terjadi hujan deras aliran air tetap bisa lancar dan tidak banjir, sehingga terjadi bencana susulan," katanya.

Bencana angin puting beliung menerjang wilayah Desa Purwomartani, Kalasan Jumat 7 Desember yang mengakibatkan sekitar 900 rumah rusak, 10 di antaranya roboh dan 1.885 pohon besar tumbang.

(U.V001)



Pewarta :
Editor: Heru Jarot Cahyono
COPYRIGHT © ANTARA 2026