
Drainase rusak sebabkan jalan ambles

Jogja (ANTARA Jogja) - Drainase yang sudah berusia tua dan dinding saluran keropos berpotensi menyebabkan jalan yang dibangun di atasnya berlubang bahkan ambles, seperti yang kembali terjadi di Jalan Kenari.
"Pemeliharaan saluran terus dilakukan secara rutin dan berkala. Jika ada yang rusak dalam skala kecil, maka akan langsung diperbaiki oleh petugas swakelola yang kami miliki," kata Kepala Bidang Drainase dan Pengairan Dinas Permukiman dan Prasarana Wilayah Kota Yogyakarta Aki Lukman di Yogyakarta, Rabu.
Dari beberapa ruas jalan yang ada di Kota Yogyakarta, terdapat dua ruas jalan yang rawan mengalami ambles yaitu di Jalan Kenari dan Jalan Babaran karena lokasi drainase yang tepat berada di bawah badan jalan.
Drainase yang melalui kedua jalan tersebut, lanjut Aki, juga sudah berusia tua sehingga dinding saluran banyak yang keropos dan apabila air mengalir cukup deras bisa merusak dinding saluran dan menyebabkan jalan berlubang bahkan ambles.
Selama Januari, kasus drainase yang rusak terjadi beberapa kali di Kota Yogyakarta dan telah diperbaiki secara swakelola, di antaranya di Jalan Dr. Wahidin, Jalan KS Tubun dan Jalan Nyi Pembayun.
"Saat ini, juga tengah dilakukan pemeliharaan saluran di simpang empat GOR Among Rogo. Termasuk melakukan pembersihan saluran dan inlet agar tidak tertutup sampah dan aspal," katanya.
Sementara itu, Kepala Bidang Bina Marga Dinas Permukiman dan Prasarana Wilayah Kota Yogyakarta Wijayanto mengatakan, sudah melakukan pemetaan kondisi jalan berdasarkan potensi kerusakannya.
"Namun, kerusakan jalan seperti jalan yang berlubang atau ambles biasanya tidak bisa diprediksi. Ada jalan yang diperkirakan akan mengalami kerusakan parah, namun ternyata kerusakan justru terjadi di ruas jalan lainnya," katanya.
Oleh karena itu, lanjut Wijayanto, langkah yang bisa dilakukan pemerintah adalah melakukan pemantauan secara rutin dan langsung memperbaiki jalan apabila ditemukan kerusakan.
"Kerusakan jalan di Kota Yogyakarta tidak semata-mata disebabkan karena kondisi aspal sudah rusak, tetapi juga disebabkan rusaknya drainase yang ada di bawahnya. Karena kondisi drainase berada di bawah jalan, kami tidak bisa memperkirakan kondisinya seperti apa," katanya.
Pada tahun anggaran 2012, lanjut dia, Bidang Binamarga telah menganggarkan dana sebesar Rp2 miliar untuk pemeliharaan jalan.
"Saat ini, kami juga memakai lapisan beton untuk memperbaiki jalan yang rusak. Ini ditujukan agar jalan tidak cepat rusak di masa yang akan datang," katanya.
(E013)
Pewarta :
Editor:
Heru Jarot Cahyono
COPYRIGHT © ANTARA 2026
