Logo Header Antaranews Jogja

Dinkes minta warga tingkatkan PHBS cegah leptospirosis

Sabtu, 9 Februari 2013 11:08 WIB
Image Print
Aksi cuci tangan sebagai salah satu perilaku hidup berasih dan sehat (Foto Antara/dok)

Bantul (Antara Jogja) - Dinas Kesehatan Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta mengharapkan warga masyarakat setempat meningkatkan pola prilaku hidup bersih dan sehat, sebagai upaya mencegah penyakit leptospirosis yang disebabkan dari tikus.

"Upaya yang paling efektif untuk mencegah penyakit leptospirosis dengan prilaku hidup bersih dan sehat (PHBS), karena akan menjauhkan dari segala macam penyakit," kata Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Bantul, Maya Sintowati Panji, Sabtu.

Menurut dia, musim hujan seperti saat ini sangat rentan terhadap muculnya tikus penyebab penyakit leptospirosis, sehingga kesadaran masyarakat dalam PHBS perlu ditingkatkan.

Ia juga mengimbau masyarakat yang terdapat gejala leptospirosis seperti nyeri di betis dan demam maka segara membawa ke pusat kesehatan masyarakat (Puskesmas) terdekat untuk mengambil obat leptotek.

"Kalau ada warga yang sakit panas, kami minta segera dibawa ke unit pelayanan kesehatan terdekat tanpa melihat kecurigaan penyakit itu, jadi misal terkena leptospirosis bisa segera diketahui, di tiap puskesmas juga telah disediakan leptotek gratis," kata Maya Sintowati.

Ia mengatakan, sementara langkah preventif maupun penyebaran informasi pentingnya PHBS untuk cegah penyakit, pihaknya juga melakukan sosialisasi melalui penyuluh kesehatan di lingkungan masyarakat setempat.

Berdasarkan data Dinkes, kasus leptospirosis di Bantul pada 2010 sebanyak 116 kasus dengan korban meninggal 19 orang, kemudian pada 2011 kasus naik mencapai sebanyak 154 kasus dengan korban meninggal 12 orang.

Sedangkan pada 2012, mengalami penurunan kasus yang hanya mencapai 46 kasus dengan seorang meninggal, kasus merebak rata-rata terjadi pada Mei dan Januari karena merupakan musim hujan dengan intensitas tinggi.

Kasi Surveilance Dinkes Bantul, Widayati belum lama ini mengatakan, kasus leptospirosis di Bantul tertinggi terjadi di tiga kecamatan dari sebanyak 17 kecamatan se Bantul, sehingga di wilayah itu perlu diwaspadai terhadap penyakit akibat tikus itu.

"Tiga kecamatan itu yakni Kecamatan Sedayu, Jetis dan Imogiri, terutama di Sedayu yang tertinggi yang mencapai delapan kasus, yang lain di bawah lima kasus," katanya.

(KR-HRI)



Pewarta :
Editor: Hery Sidik
COPYRIGHT © ANTARA 2026