
Peringatan Serangan Oemoem baru menjadi milik Yogyakarta

Jogja (Antara Jogja) - Peringatan Serangan Oemoem 1 Maret yang memasuki tahun ke-64 pada tahun ini dinilai baru menjadi milik Kota Yogyakarta dan belum menjadi peringatan secara nasional seperti yang diharapkan selama ini.
"Dengan menjadi peringatan berskala nasional, maka dampaknya akan menjadi lebih luas. Sampai saat ini, dampaknya baru terasa di Kota Yogyakarta saja belum nasional," kata Komandam Kodim 0734 Yogyakarta Letkol Ananta Wira yang menjadi salah satu penyelenggara kegiatan peringatan delapan windu Serangan Oemoem 1 Maret di Yogyakarta, Jumat.
Menurut dia, Serangan Oemoem 1 Maret 1949 memiliki makna yang sangat besar karena dunia menjadi tahu bahwa Indonesia masih ada.
"Dalam sejumlah rangkaian kegiatan peringatan Serangan Oemoem, juga akan diikutsertakan para pemuda untuk melanjutkan sejarah bangsa Indonesia," katanya.
Sementara itu, Koordinator Wilayah Paguyuban Wehkreis III Yogyakarta GBPH Yudhaningrat mengatakan, akan berusaha membuat peringatan Serangan Oemoem 1 Maret agar lebih menarik dengan berbagai kegiatan yang kreatif.
"Semua pihak harus bisa memberikan sumbangan pemikiran. Apalagi Yogyakarta dikenal sebagai gudangnya budayawan," katanya.
Berbagai rangkaian kegiatan yang sudah disiapkan untuk peringatan Serangan Oemoem 1 Maret dimulai dengan kerja bakti di Tetenger Serangan Oemoem 1 Maret yang berada di Keben Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat pada Rabu (27/2), dilanjutkan ziarah ke Taman Makam Pahlawan Kusumanegara pada Kamis (28/2).
Selain itu akan dilakukan tirakatan dan upacara peringatan Serangan Oemoem yang dipusatkan di Monumen Serangan Oemoem pada 1 Maret yang diikuti sekitar 1.000 orang terdiri dari pelajar, pelaku sejarah, TNI/Polri, organisasi pejuang, organisasi massa, serta masyarakat umum.
Panitia juga mengajak generasi muda untuk menyelenggarakan Serangan Oemoem Sepeda (SOS) pada 3 Maret diikuti sekitar 2.000 orang yang menempuh rute dari Jalan Jenderal Ahmad Yani menuju Rich Hotel di Jalan Magelang.
Sedangkan Kepala Kantor Kesatuan Bangsa Pemuda dan Olahraga Kota Yogyakarta Sukamto mengatakan, akan mendukung kegiatan peringatan Serangan Oemoem 1 Maret agar memiliki dampak secara nasional.
"Tahun lalu, kami juga sudah mengerahkan warga untuk peringatan Serangan Oemoem ini dengan kegiatan di Malioboro," katanya.
(E013)
Pewarta :
Editor:
Heru Jarot Cahyono
COPYRIGHT © ANTARA 2026
