
Dinsos Bantul catat 4.658 anak terlantar

Bantul (Antara Jogja) - Dinas Sosial Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, hingga akhir 2012 mencatat dan telah menangani sebanyak 4.658 anak di daerah itu masuk dalam kategori anak terlantar.
"Berbagai upaya terus dilakukan untuk memberdayakan anak terlantar, seperti dijangkau melalui program keluarga harapan (PKH) dan bantuan pemenuhan kecukupan sehari-hari," kata Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Bantul, Mahmudi, Sabtu.
Menurut dia, anak terlantar merupakan anak usia di bawah 15 tahun yang kebutuhan dasarnya tidak terpenuhi, akibat berbagai hal seperti kondisi ekonomi, kedua orang tua sakit juga sudah tidak mempunyai orang tua.
"Kriteria anak terlantar sangat luas karena termasuk anak yatim, piatu dan yatim piatu, jadi saya pikir keadaan mereka tidak benar-benar terlantar karena masih ada yang mengurusi, hanya tidak sampai pada kebutuhan dasar," katanya.
Ia mengatakan, meski begitu jumlah anak terlantar itu turun dibanding jumlah pada akhir 2011 yang sebanyak 4.668 anak yang dikarenakan sudah diadopsi, maupun sudah diurusi oleh orang tua asuh.
"Mereka yang masih terlantar termasuk anak yatim kami beri bantuan sosial selama sebulan sekali bergiliran di tiap kecamatan, bahkan ada yang sampai dua kali dalam sebulan," katanya.
Sementara, Kasi Rehabilitasi Tuna Sosial dan Korban Napza Dinsos Bantul, Arfin Munajah mengatakan, selain menangani ribuan anak terlantar, pihaknya juga menangani anak usia bawah lima tahun (balita) yang ditelantarkan atau sengaja dibuang.
Dalam menangani bayi atau anak yang dibuang, kata dia dalam pengasuhan pihaknya bekerja sama dengan panti Sayap Ibu di bawah koordinasi Pemda DIY, dan panti swasta Gotong Royong yang keberadaan di Bantul.
"Hingga akhir 2012 kami telah menangani sebanyak 21 balita yang dititipkan di panti Gotong Royong, sementara dua balita di luar panti karena masih ada pihak yang mengasuh dan merawatnya," katanya.
Ia mengatakan, sementara di panti Sayap Ibu, pihaknya tidak mengetahui persis datanya, karena ketika ada penemuan bayi oleh masyarakat maupun rumah sakit di Bantul secara spontan langsung dibawa ke panti.
"Biasannya dari rumah sakit (bayi ditinggal) langsung dibawa ke sana, kami (Dinsos) kadang diajak kadang tidak, kalau sudah di sana (panti Sayap Ibu) nanti ada yang berwenang untuk mengadopsi," katanya.
(KR-HRI)
Pewarta :
Editor:
Hery Sidik
COPYRIGHT © ANTARA 2026
