Logo Header Antaranews Jogja

Sleman peroleh bantuan operasional kesehatan Rp2,26 miliar

Rabu, 24 April 2013 17:58 WIB
Image Print
Puskesmas Berbah, Kabupaten Sleman (Foto puskesmasku1710.wordpress.com)

Sleman (Antara Jogja) - Pemerintah Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, mendapat alokasi bantuan operasional kesehatan dari Kementerian Kesehatan senilai Rp 2,26 miliar.

"Bantuan operasional kesehatan (BOK) merupakan bantuan dana dari pemerintah melalui Kementerian Kesehatan dalam membantu pemerintah kabupaten/kota melaksanakan pelayanan kesehatan sesuai standar pelayanan minimal bidang kesehatan," kata Kabid Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman Bambang Suharjono, Rabu.

Menurut dia, dari dana tersebut untuk puskesmas senilai Rp1,875 miliar untuk 25 puskesmas, jadi setiap puskesmas mendapatkan dana sebesar Rp75 juta.

"Sasaran BOK ini adalah Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota, puskesmas dan jaringannnya (puskesmas pembantu dan puskesmas keliling), poskesdes, dan posyandu," katanya.

Ia mengatakan, pemanfaatan dana BOK ini antara lain untuk biaya transportasi petugas kesehatan untuk kegiatan kesehatan luar gedung, biaya transportasi kader kesehatan dalam rangka mendukung kegiatan puskesmas dan jaringannya serta poskesdes dan posyandu.

"Selain itu juga untuk biaya transportasi dukun beranak dalam rangka mendukung kegiatan terkait kemitraan bidan dan dukun, biaya pembelian bahan/makanan untuk kegiatan Pemberian Makanan Tambahan (PMT), penyuluhan dan pemberian makanan tambahan untuk balita 6-59 bulan dengan gizi kurang, gizi buruk pascaperawatan atau rawat jalan dan ibu hamil kekurangan energi kronik (KEK) dengan mengutamakan bahan/makanan lokal," katanya.

Bambang mengatakan, dana BOK tidak boleh digunakan untuk upaya kuratif dan rehabilitatif (untuk beli obat, pengobatan, fisioterapi), gaji/uang lembur/insentif, pemeliharaan gedung, biaya listrik, telpon dan air, pengadaan obat, vaksin, alat kesehatan, dan biaya transportasi rujukan pasien.

"BOK tahun ini sudah memasuki tahun ke 4. BOK 2012 lalu diperuntukkan bagi upaya preventif dan promotif (KIA, Gizi, P2 penyakit, promkes, kesehatan lingkungan, dan imunisasi). Sedangkan BOK tahun 2013 ini diperuntukan bagi upaya preventif dan promotif berdaya ungkit Pencapaian MDG`s 1,4,5,6,7," katanya.

Ia mengatakan, target MDG`s terdiri dari delapan yaitu memberantas kemiskinan dan kelaparan, mencapai pendidikan dasar untuk semua, mendorong kesetaraan jender dan pemberdayaan perempuan, menurunkan angka kematian anak, meningkatkan kesehatan ibu.

"Selain itu juga memerangi penyebaran virus HIV/AIDS, malaria dan penyakit meular lainnya dan memastikan kelestarian lingkungan hidup serta membangun kemitraan global dalam pembangunan," katanya.

Untuk upaya kesehatan prioritas tersebut minimal 60 persen dari total dana BOK. Sedangkan untuk upaya kesehatan lainnya maksimal 40 persen dari total dana BOK.

"Upaya kesehatan lainnya misalnya untuk imunisasi, Promkes, KIA KB, Pengendalian penyakit tidak menular, kesehatan OR, UKS, Kesehatan Haji, Kesehatan Jiwa, kesehatan lingkungan, Gizi masyarakat, kesehatan gigi dan mulut, dan lain-lain," katanya.

(V001)



Pewarta :
Editor: Masduki Attamami
COPYRIGHT © ANTARA 2026