Jogja (Antara Jogja) - Indonesia memerlukan dukungan sekitar lima juta wirausahawan untuk menjadi negara maju dan mandiri, kata Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Rajasa.
"Angka itu merupakan dua persen dari total populasi Indonesia. Saat ini Indonesia memiliki wirausahawan sekitar 1,56 persen dari total jumlah penduduk," katanya di Auditorium Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), Sabtu.
Menurut dia pada "stadium general" Fakultas Ekonomi UNY bertajuk "Ekonomi Kerakyatan Dalam Payung MP3EI", kewirausahaan merupakan sarana penting yang paling efektif untuk menciptakan pekerjaan dan mengurangi kemiskinan.
"Oleh karena itu kewirausahaan merupakan salah satu faktor penting untuk mewujudkan kemakmuran bersama yang kita cita-citakan," katanya.
Ia mengatakan Gerakan Kewirausahaan Nasional yang dicanangkan pada 2 Februari 2011 merupakan wujud keseriusan pemerintah, akademisi, lembaga swasta, dan masyarakat untuk bersinergi.
"Sinergitas itu penting untuk meningkatkan daya saing sehingga kita dapat menikmati manfaat yang sebesar-besarnya dari semakin menyatunya perekonomian dunia," katanya.
Selain itu, kata dia, usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) juga perlu dikembangkan. UMKM berperan sebagai embrio wirausaha dan merupakan fondasi dan "prime movers" pertumbuhan ekonomi nasional.
"Pada 2011, UMKM memberikan kontribusi untuk produk domestik bruto (PDB) sebesar 57,12 persen dengan total nilai Rp3.840 triliun, penyerapan tenaga kerja mencapai 102,43 juta orang," katanya.
Namun demikian, menurut dia, Indonesia tidak boleh melupakan pengembangan sumber daya manusia yang didukung oleh ilmu pengetahuan dan teknologi yang tinggi yagng akan meningkatkan kemampuan berinovasi.
"Hal itu sangat vital untuk menciptakan daya saing, yang akan mendukung kebangkitan peradaban Indonesia," kata Hatta yang juga Plh Menteri Keuangan.
(B015)
