Logo Header Antaranews Jogja

Polres Gunung Kidul sidak SPBU

Rabu, 19 Juni 2013 17:24 WIB
Image Print
Kepolisian Resor Gunung Kidul, DIY, melakukan inspeksi mendadak di sejumlah SPBU setempat. Hal ini untuk menghindari penimbunan BBM. (Foto ANTARA/Mamiek)

Gunung Kidul (Antara Jogja) - Kepolisian Resor Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, melakukan inspeksi mendadak ke sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum di wilayah setempat untuk mengantisipasi penimbunan bahan bakar minyak.

Kasat Sabhara Polres Gunung Kidul, Iptu Kasiwon, di Gunung Kidul, Rabu, mengatakan, inspeksi mendadak (sidak) dalam rangka mengantisipasi penimbunan BBM oleh pengelola SPBU, karena ada laporan masyarakat jika dalam beberapa hari terakhir terjadi terjadi kelangkaan BBM bersubsidi di beberapa SPBU.

"Kegiatan ini sebagai langkah antispasi penimbunan BBM oleh pengelola SPBU. Jangan sampai ada yang memanfaatkan di tengah rencana kenaikan harga BBM," kata Kasiwon.

Menjelang rencana kenaikan BBM ini, kata Kasiwo, pihaknya akan menerjunkan "Tim Alap-alap" yakni tim yang bertugas untuk melakukan penjagaan sekaligus mencegah terjadinya penimbunan BBM.

"Tim ini akan bertugas mengamankan SPBU, sekaligus bertugas mengatur arus lalu-lintas jika terjadi antrean panjang," katanya.

Sementara untuk mengantisipasi adanya penimbunan dikalangan masyarakat, kata Kasiwon, Polres Gunung Kidul bekerjasama dengan berbagai pihak termasuk SPBU untuk melakukan pengawasan bersama. Antisipasi penimbunan juga telah dilakukan dengan dinas terkait dengan cara pembatasan pembelian dengan jeriken masih tetap diberlakukan sesuai rekomendasi dinas, maksmal 20 liter per hari.

Pengelola SPBU 44. 558. 07, Winarna mengatakan pihaknya telah kehabisan stok premium sejak 12.00 WIB. Selain itu, sejak beberapa hari mengalami peningkatan permintaan premium dan solar bersubsidi rata-rata 15 persen akibatnya stok habis.

Menurutnya, dalam sehari pihaknya mendapatkan kiriman 48 ribu liter untuk premium dan solar 16 ribu liter."Stok minimum bensin 155 liter dan 460 liter untuk solar bersubsidi. Itu sudah tidak bisa diambil lagi," katanya.

Sebelumnya, Kapolres Kulon Progo AKBP Ihsan Amin mengatakan Polres Gunung Kidul mengamankan delapan SPBU yang ada di wilayah setempat dengan menempatkan empat anggota setiap SPBU.

"Hal ini untuk menghindari terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan, serta menjaga keamanan menjelang rencana kenaikan BBM," katanya.

(KR-STR)



Pewarta :
Editor: Mamiek
COPYRIGHT © ANTARA 2026