
Pasar Sore Ramadhan potensial jadi objek wisata

Jogja (Antara Jogja) - Pasar Sore Ramadhan yang digelar di berbagai tempat setiap Ramadhan di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta dapat diarahkan menjadi objek wisata yang menarik dikunjungi wisatawan, kata praktisi pariwisata di Yogyakarta Widi Utaminingsih.
"Kegiatan yang diselenggarakan hanya saat Ramadhan tersebut jika dipromosikan dengan baik dapat menjadi agenda pariwisata tahunan. Selain itu, bisa juga sebagai objek wisata kuliner Ramadhan, sehingga wisatawan yang sedang berada di Yogyakarta bisa mengunjungi Pasar Ramadhan itu," kata Widi yang juga Ketua Yayasan Widya Budaya Yogyakarta itu, Rabu.
Ia mengatakan kegiatan Pasar Ramadhan itu jika memperoleh pembinaan terutama dalam hal penataan pasar diyakini dapat menarik minat wisatawan untuk mengunjungi tempat tersebut, bahkan bisa menjadi aset wisata daerah ini.
Menurut dia, Dinas Pariwisata setempat mestinya bisa melihat potensi itu untuk menjadikan kegiatan tahunan setiap bulan Ramadhan tersebut sebagai objek wisata kuliner.
"Dinas Pariwisata perlu membantu membina para pengelola Pasar Ramadhan agar menarik untuk dikunjungi wisatawan," kata Widi Utaminingsih yang yayasannya bergerak di bidang studi pengembangan budaya dan pariwisata berbasis potensi lokal.
Ia mengatakan Pasar Ramadhan biasanya ramai pada sore hari menjelang saat berbuka puasa. Sambil menikmati suasana keramaian Pasar Sore Ramadhan maka wisatawan bisa membeli aneka jajanan dan kuliner.
Pasar Ramadhan biasanya digelar oleh Panitia Ramadhan di kawasan kampung yang banyak warga muslim, misalnya di Kota Yogyakarta ada di Kampung Kauman, Jogokaryan, dan Nitikan. Bahkan di kampung-kampung tersebut Pasar Ramadhan sudah menjadi kegiatan tahunan setiap saat bulan puasa.
Kegiatan serupa juga bisa ditemui di kawasan Kampus Universitas Gadjah Mada (UGM), dan sekitar Masjid Syuhada, Kotabaru, Kota Yogyakarta," katanya.
(H008)
Pewarta : Oleh Heru Jarot Cahyono
Editor:
Masduki Attamami
COPYRIGHT © ANTARA 2026
