Logo Header Antaranews Jogja

BKKBN : program KB cegah 100 juta kelahiran

Selasa, 16 Juli 2013 14:39 WIB
Image Print
Ilustrasi program KB (foto dokterbagus.com)

Bantul (Antara Jogja) - Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional Fasli Jalal mengatakan program keluarga berencana yang digalakkan pemerintah sejak 1970 hingga 2010 mampu mencegah sekitar 100 juta kelahiran.

"Sebuah prestasi yang mengagumkan dunia, bayangkan apabila 100 juta jiwa lahir di negara kita, Pemerintah pasti akan kewalahan dalam memenuhi hak dasar penduduk," katanya saat Peringatan Hari Keluarga Ke-20 di Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, Selasa.

Menurut Fasli, tolok ukur keberhasilan program keluarga berencana (KB) itu dilihat dari hasil survei penduduk pada tahun 2010 sebanyak 237,6 juta jiwa, padahal sebelumnya diprediksikan jumlah penduduk di Indonesia pada 2010 akan mencapai sebanyak 340 juta jiwa.

"Begawan ekonomi Prof. Widjojonitisastro pada tahun 1970 memperkirakan jumlah penduduk pada tahun 2010 akan mencapai 340 juta, ternyata hanya tercatat 237,6 juta dan ini berarti ada kelahiran yang dapat dicegah lebih 100 juta jiwa," katanya.

Ia mengatakan bahwa keberhasilan program KB tidak terlepas dari dukungan berbagai pihak, mulai dari unsur pemerintah daerah (pemda) hingga tokoh masyarakat, termasuk kader keluarga yang bergerak dalam bidang kesejahteraan keluarga.

Fasli mengatakan, untuk menyukseskan program KB, Pemerintah saat ini telah melakukan akselerasi program Kependudukan dan Keluarga Berencana (KKB) Kencana 2013--2016 dengan melakukan berbagai kegiatan "new inisiative".

"Pemetaan dan pengkajian kebijakan, program strategi dan kegiatan perlu dilakukan secara terpadu dan mengarah pada perluasan akses layanan kontrasepsi, khususnya metode kontrasepsi jangka panjang (MKJP), hingga perdesaan," katanya.

Ia mengatakan bahwa BKKBN juga mengajak masyarakat dan keluarga Indonesia yang saat ini berjumlah 64 juta untuk membangun keluarganya melalui berbagai program, di antaranya dengan mengatur jarak kelahiran dan jumlah anak.

"Saat ini, telah diupayakan pelayanan KB yang berkualitas dan merata dengan memperkuat penggerakan dan dukungan melalui lintas sektor agar setiap pasangan usia subur dapat memperoleh pelayanan kontrasepsi yang dikehendaki," katanya.

Menurut dia, saat ini, setidaknya sudah ada sekitar 23.500 klinik KB pemerintah dan swasta yang telah disiapkan untuk dapat memberikan pelayanan KN bagi seluruh keluarga yang membutuhkan dengan mengutamakan keluarga tidak mampu.

"Bahkan, pada tahun 2014 BKKBN akan mengembangkan pelayanan KB melalui Sistem Jaminan Sosial Nasional (SJSN) di 60.000 klinik KB sehingga tidak ada eksklusi sosial dan semua berhak mendapatkan layanan KB berkualitas," katanya.

(KR-HRI)



Pewarta :
Editor: Hery Sidik
COPYRIGHT © ANTARA 2026