
Kulon Progo siap pangkas anggaran untuk BLSM

Kulon Progo (Antara Jogja) - Pemerintah Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, siap memangkas anggaran pembangunan infrastruktur apabila dibebani memberikan bantuan kepada masyarakat yang belum menerima bantuan langsung sementara masyarakat.
"Kalau dipaksakan harus menalangi warga miskin yang belum menerima bantuan langsung sementara masyarakat (BLSM), kami harus memangkas anggaran lain, seperti anggaran pembangunan fisik berupa infrastrukur jalan," kata Bupati Kulon Progo Hasto Wardoyo di Kulon Progo, Rabu.
Berdasarkan instruksi Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Nomor 541/3150/SJ Tahun 2013 tentang Pelaksanaan Pembagian KPS bagi keluarga miskin yang belum menerima bantuan, menjadi tanggung jawab kabupaten/kota dan provinsi.
Bupati mengatakan pendapatan asli daerah (PAD) Kulon Progo sangat rendah, tidak memiliki sumber daya alam yang mencukupi, dan 64 persen lebih dari anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) habis untuk belanja pegawai.
"Sejak 2012, Pemkab Kulon Progo sudah menalangi masyarakat miskin yang belum mendapat bantuan beras untuk keluarga miskin (raskin) melalui anggaran talangan dari APBD Perubahan. Jadi, jika tetap dipaksakan, kami tetap bisa," kata dia.
Terkait pernyataan Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat Agung Laksono bahwa margin eror atau salah sasaran dalam pembagian BLSM kepada masyarakat di setiap daerah sekitar 5-6 persen, Hasto mengatakan dari 41.021 kepala keluarga (KK) yang menerima BLSM, maka ada sekitar 2.000 kartu perlindungan sosial (KPS) yang tidak tepat sasaran.
"Kalau di Kulon Progo ada 2.000 KPS yang tidak tepat sasaran, maka angka itu mendekati apa yang dikatan Agung Laksono," katanya.
Sementara itu, mengenai kegagalan tim lobi yang menjadi tanggung jawab camat dan kepala desa, menurut dia, timnya masih bekerja dan melakukan pendekatan secara persuasif.
Sehingga, kata bupati, masyarakat yang mampu dan menerima BLSM, secara sukarela menyerahkan bantuan itu kepada masyarakat yang lebih kurang mampu.
"Sekarang camat ikut mendampingi pembagian BLSM. Sambil mendampingi, juga `sweeping` warga mampu yang menerima bantuan tersbeut. Tinggal persuasif-nya bagaimana. Saya kira kalau sungguh-sungguh, pasti bisa," katanya.
Kepala Kantor Pos Cabang Wates, Kulon Progo, Abdullah mengatakan pembagian BLSM sudah mencapai 95 persen dari total 41.021 KPS. Sementara itu, ada 89 KPS yang dikembalikan oleh masyarakat.
(KR-STR)
Pewarta : Oleh Sutarmi
Editor:
Mamiek
COPYRIGHT © ANTARA 2026
