
Peternak minta bea masuk susu impor dinaikkan

Jakarta (Antara Jogja) - Peternak sapi di beberapa wilayah khususnya di Provinsi Jawa Timur, sebagai salah satu sentra terbesar, meminta agar bea masuk susu impor dinaikkan, kata Asisten Deputi Urusan Penelitian Koperasi Kementerian Koperasi dan UKM Syamsuddin.
"Itu salah satu masukan yang kami dapatkan dari para peternak sapi perah di Jawa Timur yang tergabung pada beberapa koperasi dan kelompok tani sapi," kata Syamsuddin di Jakarta, Senin.
Pihaknya sendiri menghimpun masukan tersebut dalam suatu seminar belum lama ini yang diikuti para peternak di empat kabupaten di Jawa Timur yakni Kabupaten Malang, Kabupaten Pasuruan, Kabupaten Kediri, dan Kota Batu.
Dalam pertemuan itu, para peternak mengeluhkan bea masuk susu impor yang dinilai masih terlampau rendah.
"Untuk melindungi peternak sapi perah, maka diharapkan ada kenaikan bea masuk susu impor baik dalam bentuk bahan baku maupun produk susu," katanya.
Saat ini bea masuk susu impor masih berada di angka lima persen dan diharapkan bisa didongkrak menjadi 10-15 persen.
Pihaknya juga menerima masukan dari para peternak terkait masih terjadinya liberalisasi perdagangan susu.
"Mereka melaporkan bahwa produksi susu sapi perah hanya mampu memenuhi kebutuhan konsumen dalam negeri sekitar 25 persen dari kebutuhan konsumsi susu secara nasional," katanya.
Selebihnya, kebutuhan susu dipenuhi melalui impor dengan bea masuk susu impor yang rendah yakni lima persen.
Pihaknya menilai perlunya penguatan Tim Persusuan Nasional sebagai wadah peternak sapi perah sehingga harga susu di tingkat peternak bisa seragam.
Kementeriannya juga berupaya untuk melakukan penguatan kelembagaan bagi koperasi peternak sapi perah atau kelompok tani sapi perah dalam hal fasilitasi, permodalan, bimbingan teknis dan pembinaan organisasi.
(H016)
Pewarta : Oleh Hanni Sofia
Editor:
Masduki Attamami
COPYRIGHT © ANTARA 2026
