
Abraham Samad ajak perguruan tinggi perangi korupsi

Palu (Antara Jogja) - Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi Abraham Samad mengajak perguruan tinggi untuk ikut memerangi korupsi agar kasus korupsi tidak terus terjadi.
Abraham Samad saat menjadi narasumber seminar nasional di Universitas Tadulako (Untad) Palu, Rabu, mengatakan korupsi tidak bisa diperangi oleh aparat penegak hukum saja, melainkan dengan kerja sama semua pihak, termasuk perguruan tinggi.
Dia juga mengajak para mahasiswa untuk tidak ikut larut dalam arus globlalisasi yang menyesatkan.
Menurut dia, kemajuan zaman bisa menciptakan masyarakat hidup konsumtif dengan menghambur-hamburkan uang.
Mahasiswa juga diharapkan tidak menjadi korban teknologi yang akhirnya sering ganti telepon genggam, padahal alat komunikasi sebelumnya masih bisa berfungsi dengan baik, kata dia.
"Lebih baik beli buku untuk kepentingan belajar," kata Abraham yang dua hari sebelumnya juga memberikan kuliah umum di Universitas Samratulangi, Manado.
Dia menyarankan perilaku konsumtif dan bergaya hidup mewah tersebut harus dihindari karena hal itu merupakan cikal bakal korupsi.
Lebih lanjut Abraham mengatakan, Indonesia saat ini tidak mempunyai filter untuk menyaring arus globalisasi sehingga banyak orang bergaya hedonis atau suka berfoya-foya.
"Budaya lokal Indonesia dulu kuat tapi sekarang telah bergeser nilainya karena telah tergerus arus globalisasi," kata dia.
Dia mengatakan korupsi saat ini juga mengalami evolusi seiring kemajuan zaman sehingga penanganannya juga tidak lagi dengan cara-cara konvensional.
"Percuma saja menangkap seorang koruptor namun dua atau tiga bulan selanjutnya muncul koruptor baru," kata dia.
Oleh karena itu, kata dia, yang perlu ditekankan adalah menciptakan integritas moral yang baik, adanya kepastian hukum, dan penegakan hukum. R026
Pewarta : Oleh Riski Maruto
Editor:
Nusarina Yuliastuti
COPYRIGHT © ANTARA 2026
