Logo Header Antaranews Jogja

Prof Helen teliti Bahasa Jawa kuno

Sabtu, 12 Oktober 2013 09:27 WIB
Image Print
peneliti asal Australia Prof Helen Cresee (http://www.nias.knaw.nl)

Denpasar (Antara Jogja) - Prof Helen Creese asal Australia, peneliti tentang Bahasa Jawa kuno dan sastra Bali, mengulas tentang sosok perempuan dalam bukunya yang berjudul "Perempuan dalam dunia kekawin".

"Buku yang diterbitkan Pustaka Larasan 2012 dengan penyunting Prof Dr I Nyoman Darma Putra M.Litt, guru besar Fakultas Sastra Universitas Udayayana akan diperbincangkan lebih mendalam di Bentara Budaya Bali (BBB) Ketewel Gianyar," kata Juwitta Lasut, penata acara BBB di Denpasar, Sabtu.

Diskusi menampilkan pembicara Prof Helen Creese (penulis), Prof Dr I Nyoman Darma Putra M.Litt (penyunting buku), dan Drs I Dewa Gede Windu Sancaya M Hum (sastrawan).

Kegiatan itu melibatkan seniman, budayawan, mahasiswa dan masyarakat umum program Pustaka Bentara (13/10) di Bentara Budaya Bali Minggu malam (13/10), ujar Juwitta Lasut.

Slamat Trisila dari Penerbit Pustaka Lasaran yang kerap menerbitkan buku-buku seputar kajian dan sejarah menjelaskan, selama lebih dari satu millennium, pujangga Jawa dan Bali menurunkan kembali ikhtisar lingkungan kerajaan,

Hal itu diturunkan dalam bentuk puisi-puisi epik kakawin sebagai cerminan kehidupan istana yang ditempati oleh mereka dan para pelindungnya. Namun usaha untuk menghidupkan kembali dunia kakawin kurang mendapat perhatian, ujar Slamat Trisila.

Kajian humaniora pada masa kolonial, sejak perang dunia II masih menitikberatkan pada naskah-naskah cerita daerah, tradisi kakawin jarang sekali diintegrasikan ke dalam fokus kajian yang lebih luas mengenai budaya dan sejarah kepulauan Indonesia.

Kakawin (pembacaan ayat-ayat suci agama Hindu) yang masih diproduksi pada abad ke-21 di Bali tetap mempunyai daya tarik dan relevan dengan identitas agama dan budaya mayarakat setempat.

Hal itu menjadi salah satu daya tarik yang kuat bagi sarjana kontemporer. Dalam kajian tentang sastra Jawa Kuna, Kalangwan "A Survey of Old Javanese Literature" yang diterbitkan tahun 1974, sarjana Jawa Kuna yang sangat terkenal, P.J. Zoetmulder.

Ia mempunyai dasar pada puisi kakawin sebagai sumber utama bagi karyanya, dan mencatat bahwa kakawin memberikan khasanah materi menarik yang berlimpah bagi sejarah budaya Jawa kuna.

"Kehadiran buku Perempuan dalam dunia kekawin diharapkan dapat memberikan pengetahuan baru tentang dunia kakawin, setidaknya menjadi perspektif bandingan atas buku-buku atau informasi yang berkembang selama ini," ujar Juwitta.

Prof Helen Creese adalah Guru besar di School of Languages and Comparative Cultural Studies, University of Queensland, Australia. Minat penelitiannya meliputi sastra Jawa Kuna, sastra Bali, sastra Indonesia, sejarah Bali dan gender.

Helen telah menulis banyak artikel tentang Bali di berbagai jurnal internasional. Bukunya yang utama adalah "ParthayanaThe Journeying of Partha: An Eighteenth Century Balinese Kakawin".
(I006)



Pewarta :
Editor: Heru Jarot Cahyono
COPYRIGHT © ANTARA 2026