Logo Header Antaranews Jogja

Disbudpar targetkan 70.000 wisatawan selama libur Natal

Selasa, 24 Desember 2013 19:35 WIB
Image Print
Sejumlah pengunjung bermain air laut saat mengunjungi Pantai Kukup, Gunung Kidul (foto ANTARA/Wahyu Putro)

Gunung Kidul (Antara Jogja) - Dinas Kebudayaan dan Kepariwisataan Kabupaten Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, menargetkan jumlah pengunjung objek wisata pantai pada libur Natal dan Tahun Baru 2014 sebanyak 70.000 wisatawan dengan pendapatan sebesar Rp350 juta.

Kabid Pengembangan Produk Wisata Disbudpar Gunung Kidul Hari Sukmono di Gunung Kidul, Selasa, mengatakan sepanjang objek wisata pantai di Gunung Kidul hanya dikenai satu kali retribusi yakni Rp5.000 per orang.

"Kami optimistis, target tersebut dapat terealisasi. Hal ini melihat antusiasme masyarakat baik lokal dan luar DIY yang berkunjung di beberapa objek wisata dan desa wisata sejak minggu ini sudah mulai ada peningkatan," kata Hari.

Ia mengatakan objek wisata pantai meliputi Pantai Baron, Krakal, Kukup, Pulang Syawal atau Indrayanti, Sundak, Ngrenehan, Drini.

Untuk mencapai target tersebut, kata dia, pengelola objek wisata mengagendakan pertunjukan musik Koesploesan dan dangdut. Pada Rabu, 25 Desember pertunjukan musik Koesploesan di Pantai Baron, dan Minggu, 29 Desember pentas dangdut di Pantai Sundak.

"Kami berharap, dengan pertunjukan pentas musik ini menjadi daya tarik wisatawan. Kami berharap libur tahun ini, jumlah wisawatan terus meningkat," kata dia.

Ia mengatakan target retribusi objek wisata pantai pada 2013 sudah mencapai 106 persen atau Rp5,56 miliar dari target Rp5,4 miliar.

Untuk mendukung pertumbuhan sektor pariwisata, kata Hari, Disbudpar akan melaksanakan pembebasan lahan yang akan digunakan membangun jalan menuju objek wisata.

"Pada 2014, kami akan membebaskan lahan sedikitnya empat hektare. Pada 2013 ini, kami juga telah membebaskan lahan seluas 1200 meter di Pantai Baron untuk area parkir," katanya.

Sebelumnya, Koordinator SAR Wilayah II Baron Marjono mengatakan pihanya memqsang lima apung-apung yang Pantai Baron.

" Benda tersebut dipasang di sepanjang jalur sungai.Pemasangan apung-apung ini untuk mengantisipasi kecelakaan laut saat libur Natal dan Tahun Baru 2014," kata Marjono.

Ia mengatakan apung-apung tersebut pertama dipasang 50 meter dari kedung atau pertemuan tiga titik sumber mata air. Apung-apung kedua dipasang 10 meter ke arah tenggara dari apung-apung pertama. Apung-apung ketiga dipasang 10 meter di selatan apung-apung kedua sedangkan apung-apung keempat dipasang 50 meter di tenggara apung-apung ketiga. Apung-apung kelima dipasang 10 meter di timur apung-apung kelima.

Menurut Marjono, lima titik tersebut rawan karena kedalaman air mencapai tiga meter hingga empat meter. Arus sungai kencang.

"Selain sebagai penanda titik rawan, apung-apung juga sebagai alat untuk pegangan seandainya ada yang terseret arus sungai," katanya.

(KR-STR)



Pewarta :
Editor: Hery Sidik
COPYRIGHT © ANTARA 2026