
Sleman gelar peringatan Hari Air Se-Dunia

Sleman (Antara Jogja) - Pemerintah Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta akan menggelar puncak peringatan Hari Air Se-Dunia di Embung Kaliaji, Wonokerto, Turi, pada 22 Maret 2014.
"Hari Air Se-Dunia tahun ini bertema `Boyong Tirta Kautaman`. Artinya yaitu memulai kesadaran bahwa air semakin terbatas sementara kebutuhan akan air semakin tinggi, maka air harus dikelola dengan baik dan utama, tidak boleh untuk berebutan," kata Kepala Dinas Sumber Daya Air, Energi dan Mineral Kabupaten Sleman Sapto Winarno, Rabu.
Menurut dia, harus didorong terus upaya konservasi air baik dari sisi kualitas maupun kuantitas.
"Kegiatan dalam rangka Peringatan Hari Air Se-Dunia ini di antaranya adalah pencanangan gerakan irigasi bersih yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Sleman denganPerkumpulan Petani Pemakai Air (P3A) pada 15 Maret 2014," katanya.
Ia mengatakan, pada 31 Maret dan 30 September tiap tahun akan dilaksanakan gerakan massal membersihkan sungai/saluran air.
"Ada juga Lomba Cerdas Cermat Lingkungan Hidup 11 Maret 2014 s/d 19 Maret 2014 yang diselenggarakan Kantor Lingkungan Hidup Kabupaten Sleman," katanya.
Sapto mengatakan, dalam rangka Hari Air Se-Dunia juga akan dilaksanakan gerakan Kali Bersih pada Mei sampai Juni dengan titik berat di sekitar Asrama Haji, Sleman.
"Selain itu juga penyerahan komik tentang sumber daya air kepada tiga SD di Kabupaten Sleman, yakni SD Muhammadiah Dadapan, SDN I Turi, dan satu SD lagi di Kecamatan Turi," katanya.
Ia mengatakan, selain itu juga akan diserahkan alat bor biopori untuk Desa Wonokerto dan Donokerto Turi.
"Alat ini berguna untuk mengsi kembali cadangan air di dalam tanah," katanya.
Kepala Bidang Energi dan Sumber Daya Mineral Fauzan Darmadi mengatakan, sesuai UU no 7 Tahun 2004 tentang air tanah dan permukaan, telah disusun Perda Pengelolaan Air Tanah yang terdiri dari empat esensi yaitu konservasi, pendayagunaan (perizinan), pengendalian, dan penyusunan sistem informasi air tanah.
"Dalam perda air tanah yang sudah disusun tersebut antara lain hotel-hotel di Kabupaten Sleman diharapkan untuk menggunakan air dari PDAM, dan air sumur (air tanah) hanya untuk menyuplai bila lokasi hotel belum masuk dalam jaringan pipa PDAM," katanya.
(V001)
Pewarta : Oleh Victorianus Sat Pranyoto
Editor:
Masduki Attamami
COPYRIGHT © ANTARA 2026
