
PPP DIY ingatkan caleg tidak politik uang

Bantul (Antara Jogja) - Ketua Dewan Pimpinan Wilayah Partai Persatuan Pembangunan Daerah Istimewa Yogyakarta Syukri Fadholi mengingatkan kader atau calon anggota legislatif yang diusung partai ini tidak melakukan politik uang dalam meraih dukungan suara dalam pemilu mendatang.
"Saya berpesan kepada kader partai, calon anggota legislatif (caleg) agar jangan `money politik` apalagi jual beli suara," katanya saat kampanye terbuka PPP di Lapangan Ringinharjo Kabupaten Bantul, DIY, Kamis.
Menurut dia, politik uang atau membeli suara rakyat yang dilakukan partai politik (parpol) maupun wakil rakyat saat meraih dukungan suara sering terjadi, bahkan pada pemilu ini praktik untuk mencari dukungan masih masih marak.
"Padahal ketika ada jual beli suara, suap-menyuap maupun ada transaksi politik, maka saat itulah terputus hak dan kewajiban wakil rakyat kepada rakyat,
dan yang terjadi mereka (wakil rakyat) tidak berbaki untuk rakyat," katanya.
Selain itu, anggota DPR yang terpilih akan berupaya bagaimana mengembalikan biaya sudah dikeluarkan bahkan berfikir harus untung, sehingga menjadikan pintuk masuk untuk melakukan korupsi, katanya.
Ia mengatakan PPP juga mengajak simpatisan partai untuk bisa mengubah bangsa ini dari budaya politik uang dan melawan praktik politik uang yang nantinya dapat mengakibatkan perilaku korupsi di kalangan pejabat legislatif.
"Insya Allah dalam kondisi apa pun PPP akan berdiri di garda terdepan untuk pemberantasan korupsi, karena sekali lagi saya tegaskan korupsi adalah pendusta rakyat, pengkhianat rakyat," katanya.
Dalam kesempatan itu, pihaknya juga minta agar kader partai bersyukur karena saat ini PPP masih menjadi parpol terbesar di antara partai peserta Pemilu lainnya dan tetap istiqomah atau teguh pendirian dengan asas keislamannya.
"Sejak reformasi bergulir banyak pengamat mengatakan PPP akan rontok, tetapi ternyata prediksi semacam itu tidak terwujud, bahkan PPP masih tegak berdiri, dan akan terus membela dan memperjuangkan hak-hak rakyat," katanya.
(KR-HRI)
Pewarta : Oleh Heri Sidik
Editor:
Masduki Attamami
COPYRIGHT © ANTARA 2026
