
Boediono: integrasi keuangan internal-eksternal negara harus seimbang

Jogja (Antara Jogja) - Wakil Presiden Boediono mengatakan integrasi keuangan di internal maupun eksternal negara harus seimbang untuk memperkuat ketahanan terhadap guncangan sektor keuangan.
"Perlu ada keseimbangan. Tidak hanya hubungan (perekonomian) di dalam negeri, atau di luar negeri saja yang kuat," kata Boediono dalam "East Asia Policy Dialogue: Levelling Up Indonesia`s Value Added di Yogyakarta, Kamis.
Boediono mengatakan integrasi finansial antarnegara ASEAN perlu dilakukan untuk memperkuat ketahanan terhadap guncangan sektor keuangan. Proses integrasi keuangan dapat menolong untuk membangun sektor keuangan domestik dengan membuat sumber-sumber alokasi yang lebih efisien dan ekonomis.
Ia mengatakan penjalaran krisis keungan antarnegara saat ini bergerak cepat melalui sektor keuangan masing-masing negara.
Menurut dia, negara yang berdiri sendiri menghadapi hambatan itu maka cenderung lemah sehingga memerlukan kerjasama antarnegara di sektor keuangan.
"Ketika satu negara saja yang menghadai sendiri krisis keuangan maka biasanya akan kalah," kata dia.
Kendati demikian, Boediono mengatakan hingga saat ini memang belum ada negara yang mampu menolak atau menghindari dampak krisis perekonomian.
Sementara itu, menurut dia, negara yang cenderung menutup diri dalam kancah keuangan global seperti negara Korea Utara cenderung aman, namun tidak akan memperoleh perubahan dan kemanfaatan besar dari partisipasi Internasional.
"Di sisi lain apabila (integrasi finansial) terlalu berlebihan maka gejolak perekonomian internasional akan dominan mempengaruhi perekonomian lokal," katanya.
Namun demikian, Wapres berpendapat integrasi atau konektivitas perekonomian domestik jauh lebih utama didahulukan meskipun sama-sama penting.
"Biaya distribusi barang antarpulau saja sulit, dibanding ekspor ke Singapura. Artinya konektivitas masih perlu ditingkatkan," kata mantan Gubernur Bank Indonesia ini.
(KR-LQH)
Pewarta : Oleh Luqman Hakim
Editor:
Regina Safrie
COPYRIGHT © ANTARA 2026
