Logo Header Antaranews Jogja

Pemkab Kulon Progo bangun embung Ngesong Girimulyo

Senin, 9 Juni 2014 15:38 WIB
Image Print
Embung (bbwspj.blogspot.com)

Kulon Progo (Antara Jogja) - Pemerintah Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, membangun embung di Ngesong, Kecamatan Nanggulan, untuk mengairi kawasan tanaman durian dan kelengkeng seluas 20 hektare.

Kepala Dinas Pertanian dan Kehutanan (Dispertan) Kabupaten Kulon Progo Bambang Tri Budi di Kulon Progo, Senin, mengatakan pembangunan embung ini menggunakan konsep memanfaatkan air hujan melalui metode panen air hujan.

"Wilayah Perbukitan Menoreh itu semua hampir lahan marginal. Kemudian, kami gagas dengan membangun embung supaya air hujan dapat dimanfaatkan sepanjang tahun mengairi lahan marginal tersebut," kata Bambang.

Bambang mengatakan pembangunan embung juga diikuti dengan pengembangan sentra tanaman dengan harapan mampu meningkatkan pendapatan masyarakat.

Untuk itu, lanjut Bambang, pihaknya bersama masyarakat membangun kawasan wisata hortikultura dengan berbasis agrowisata. Selain di Ngesong Kecamatan Girimulyo telah mensurvei beberapa lokasi yang cocok untuk dibangun embung di Kecamatan Kokap. Rencananya, di Kecamatan Kokap akan dibangun kawasan tanaman manggis yang saat ini menjadi komoditas unggulan di wilayah ini.

Di Kecamatan Kokap, ada komoditas hortikultura yang menjadi primadona di wilayah ini yakni manggis dan durian. Hanya saja, dua komoditas ini perlu didukung dalam pengembangan kawasannya.

"Kami terus mengembangkan berbagai jenis tanaman hortikultura seperti rambutan, manggis, mangga, kelengkeng, dan durian. Harapannya, perekonomian masyarakat dapat terangkat," kata Bambang.

Selain itu, kata Bambang, komoditas unggulan perkebunan Kabupaten Kulon Progo yakni cengkih, kopi, kelapa, teh, cokelat dan kakao.

"Pada 2014 ini, kami mengembangkan desa kakao di Desa Banjaroya, Kalibawang dan kawasan kopi dan teh Suroloyo di Kecamatan Samigaluh," kata dia.

Bambang mengatakan secara perlahan, Pemkab Kulon Progo melalui Dispertan menata kawasan utara atau yang dikenal dengan Bukit Menoreh menjadi kawasan buah-buahan dengan berbasis agrowisata.

"Untuk menyulap kawasan Bukit Menoreh menjadi sentra buah, bukan hal yang mustahil. Namun demikian, membutuhkan kerjasama antara pemerintah, pihak ketiga dan masyarakat," katanya.
(KR-STR)



Pewarta :
Editor: Nusarina Yuliastuti
COPYRIGHT © ANTARA 2026